Kepala LLDikti Wilayah III Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani (bawah). Foto: Dok. LLDikti
Kepala LLDikti Wilayah III Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani (bawah). Foto: Dok. LLDikti

Survei LLDikti: 64% PTS di Jakarta Belum Siap PTM Awal 2022

Pendidikan Pembelajaran Tatap Muka PTM Terbatas PTS LLDikti Wilayah 3
Citra Larasati • 23 Januari 2022 15:29
Jakarta:  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah III menyebut, sekitar 64 persen Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di DKI Jakarta mengaku belum siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di awal tahun ini.
 
Angka ini didapat LLDikti dari survei online terhadap 298 PTS di wilayah III DKI Jakarta.  Dari jumlah tersebut hanya 86 PTS saja yang menjawab siap membuka PTM dalam waktu dekat.
 
“Memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi perguruan tinggi sebelum menjalankan PTM, antara lain, kampus harus memiliki satgas covid-19, menyediakan fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan, terkoneksi aplikasi Peduli lindungi dan berkoordinasi Dinas Kesehatan,” kata Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 23 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


LLDikti pun tidak tinggal diam, melainkan terus melakukan berbagai upaya guna mendorong PTS segera membuka PTM.  Salah satunya melalui sejumlah sosialisasi dengan menggandeng sejumlah pemangku kepentingan pendidikan tinggi.
 
Pada Jumat, 21 Januari 2022, LLDiktiWilayah III sebagai satuan kerja yang bertugas fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di DKI Jakarta menggelar pertemuan daring dan Live YouTube bersama 600 orang yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, ketua yayasan dari kampus swasta dan negeri.  Pertemuan ini juga menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan. 
 
Baca juga:  LLDikti Wilayah III Dorong Kampus di Jakarta Berani Gelar Kuliah Tatap Muka
 
Menurut Paris, PTM dengan kapasitas tatap muka yang lebih luas di DKI Jakarta harus kita laksanakan, karena pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif bagi dunia pendidikan tinggi akibat terlalu lamanya belajar daring. Misalnya potensi learning loss, maka soft skill mahasiswa menjadi tidak terasah, karena kompetensi sosial itu didapatkan dalam pembelajaran tatap muka di kampus
 
Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan mengingatkan bahwa pelaksanaan PTM terbatas bagi perguruan tinggi di DKI Jakarta membutuhkan kesadaran bersama untuk selalu mematuhi dan menjalankan Protokol Kesehatan secara ketat. Kesadaran kolektif harus melekat dalam diri warga kampus saat melakukan PTM terbatas.
 
"Pelaksanaan PTM terbatas sudah terebih dulu dilakukan di sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah. Maka dari itu, inilah saatnya untuk Perguruan Tinggi melaksanakan PTM terbatas. Kesadaran harus dibangun bersama antara dosen, mahasiswa, dan pengelola kampus agar selalu taat Prokes saat berada di dalam kampus," tutup Putra. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif