Ilustrasi wayang. Branda Antara
Ilustrasi wayang. Branda Antara

Promosikan Diplomasi Kebudayaan Lewat Wayang Kulit Virtual Bahasa Jepang “Bimo Bumbu”

Renatha Swasty • 07 Maret 2022 09:15
Jakarta: Pandemi covid-19 tidak menyurutkan penguatan upaya diplomasi antara Indonesia dan Jepang. KBRI Tokyo menggelar pagelaran wayang kulit virtual berbahasa Jepang dengan lakon Bimo Bumbu oleh Ki Dalang Rofit Ibrahim bersama Grup Hannajoss dalam Indonesia Friendship Day 2022.
 
“Pementasan-pementasan budaya secara daring merupakan strategi KBRI Tokyo untuk terus mempromosikan diplomasi kebudayaan yang sejalan kebudayaan yang diusung dengan semangat pemajuan,” ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Yusli Wardiatno, dikutip dari keterangan pers, Senin, 7 Maret 2022.
 
Yusli mengungkapkan pagelaran wayang kulit banyak menyimpan filosofi kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini strategis untuk dikenalkan pada masyarakat Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi, di samping berupaya meningkatkan ketertarikan warga Jepang terhadap budaya Indonesia, sekaligus juga sebagai upaya diplomasi mengeratkan hubungan bilateral,” tutur Yusli.
 
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, Tri Purnajaya, menyampaikan pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari kegiatan promosi dan pelayanan terpadu yang dipaketkan dalam satu kegiatan. IFD 2022 merupakan hasil kerja sama antara KBRI Tokyo dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka.
 
"Ini IFD 2022 pertama dari beberapa kegiatan yang diprogramkan KBRI Tokyo. Grup Hannajoss pimpinan Ki Dalang Rofit Ibrahim telah berkontribusi secara aktif untuk memajukan seni dan budaya Indonesia di Jepang dan telah bermitra dengan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka dalam berbagai kesempatan,” kata Tri.
 
Dia optimistis pagelaran ini tidak hanya menunjukkan kekayaan dan keragaman seni budaya Indonesia, tetapi juga akan mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang. Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Osaka, Diana ES Sutikno, mengungkapkan hingga kini sudah ada 17 kelompok seni Indonesia di wilayah kerja KJRI Osaka, yaitu Kansai, Shikoku dan Chugoku.
 
"Wayang kulit menjadi ruang kebebasan berekspresi dalam menjawab permasalahan dan tantangan saat ini. Ini kali yang ke sekian bagi KJRI Osaka untuk berkolaborasi dengan Grup Hanajoss seperti halnya kelompok seni Indonesia lainnya di Jepang khususnya wilayah Osaka,” ucap Diana.
 
Diana menyebut sebagian anggota itu adalah orang Jepang yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia. Hal ini merupakan peluang untuk menunjukkan bangsa Indonesia memiliki banyak kesamaan minat yang dapat dibagi dengan masyarakat Jepang.
 
“Hanajoss serta kelompok lainnya tetap menghidupkan pertunjukan budaya Indonesia di masa pandemi ini dengan protokol kesehatan yang ketat," papar Diana.
 
Sebelum memulai pagelaran wayang kulit, Grup Hannajoss menampilkan Tari Jathilan atau Kuda Lumping yang merupakan tarian tradisional asal Ponorogo, Jawa Timur. Acara juga dimeriahkan penampilan Tari Topeng Kelana dari salah satu mahasiswa anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Osaka.
 
Ki Dalang Rofit Ibrahim menjelaskan Lakon Bimo Bumbu bercerita tentang upaya Bima, salah satu tokoh Pandawa Lima, mengalahkan raksasa Prabu Boko yang gemar memakan manusia. Demi memudahkan misinya, tubuh Bima dibaluri masakan tradisional bothok untuk mengecoh raksasa itu.
 
“Kisah Bimo Bumbu merupakan salah satu bagian dari kisah pewayangan Mahabarata,” ucap Rofit.
 
Pagelaran wayang kulit virtual berbahasa Jepang ini ditayangkan secara langsung melalui Zoom Meeting dan dapat disaksikan dalam kanal YouTube KJRI Osaka dan Instagram KBRI Tokyo.
 
Baca: Mengenal Kesenian Wayang: Jenis, Unsur, dan Prestasi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif