Rektor Unesa, Nurhasan. Foto:  YouTube
Rektor Unesa, Nurhasan. Foto: YouTube

Unesa Gandeng Universitas di Asia untuk Bersama Hadapi Covid-19

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 01 Desember 2020 12:15
Jakarta: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membangun kolaborasi antarkampus di Asia untuk menghadapi pandemi covid-19. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi untuk menanggulangi pandemi secara bersama-sama antaruniversitas dalam skala global.
 
"Mudah-mudahan forum ini menjadi momentum kolaborasi kita utamanya dalam penanggulangan covid-19. Untuk kita berani berkreasi, tangguh dan beradaptasi di masa pandemi," kata Rektor Unesa, Nurhasan dalam Opening Ceremony: Unesa International Forum of University Rectirs 2020, Senin, 30 November 2020.
 
Di luar kerja sama dengan universitas, Unesa sendiri sepanjang 2020 telah membangun 900 kerja sama dengan pemerintah, organisasi, instansi untuk menanggulangi covid-19. Kerja sama itu dilakukan baik dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harapkan muncul inovasi dan infrastruktur untuk penanggulangan covid. Saat ini Unesa telah mendaftarkan hak cipta sebanyak 169 dengan 18 merek produk. Hak cipta ini terbanyak ke-3 secara nasional, dan pertama terbanyak nasional untuk merek," sambung Nurhasan.
 
Baca juga:  Survei IPB: Dua Dusun di Raja Ampat Larang Lobster Ditangkap
 
Adapun salah satu inovasi dari Unesa ialah drone disinfektan. Unesa juga memiliki robot dengan nama robot KECE, yang mampu membantu tenaga medis dalam mendistribusikan makanan, dan sterilisasi ruangan di rumah sakit.
 
Di saat yang bersamaan, Menteri Riset Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengapresiasi langkah-langkah inovasi Unesa selama pandemi. Yang terpenting, kata Bambang, inovasi dari kolaborasi harus saling menguntungkan pihak-pihak terlibat.
 
"Kolaborasi dalam MoU harus harus memuat teknikal kesepakatan, material transfer agreement dan kesepakan hak cipta. Kolaborasi harus dalam negosiasi yang adil dalam menjalankannnya, terkait benefit dan sharing yang saling menguntungkan," tutup Bambang.
 
Adapun forum rektor internasional ini diikuti oleh Hatyai University Thailand, Dong Hwa University Taiwan. Selain itu turut pula Confucius Institute China dan Universiti Tun Hussein Malaysia.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif