Mahasiswa UBL mendapat materi dalam seminar untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Medcom.id - Hendrik Simorangkir
Mahasiswa UBL mendapat materi dalam seminar untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Medcom.id - Hendrik Simorangkir

Sosok Presiden Incaran Mahasiswa

Pendidikan pilpres 2019
Hendrik Simorangkir • 17 Januari 2019 16:02
Jakarta: Dua pasangan calon muncul dalam gelaran Pemilihan Presiden 2019, yaitu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Setiap orang punya kriteria presiden dan wakil presiden masing-masing. Bagaimana dengan kalangan mahasiswa sebagai generasi muda?
 
Melly, mahasiswi Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta Selatan, mengatakan ia sudah mengantongi nama calon yang akan dipilih. Melly berharap pilihannya tepat agar Indonesia semakin lebih baik.
 
"Tapi rahasia. Saya memilih pasangan karena telah melihat cara kerjanya, dan telah membawa perubahan untuk membangun Indonesia. Semoga pembangunan yang diinginkan bisa berjalan dengan lurus dan tercapai," ujar Melly usai acara pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata di auditorium UBL, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lain halnya Adi Setiawan. Mahasiswa jurusan Komunikasi itu mengaku belum punya pilihan. Dua pasang calon, katanya, memiliki visi dan misi. Tapi, Adi mengaku visi misi dua pasangan calon belum memenuhi harapannya.
 
"Yang saya harapkan adalah, adanya visi dan misi yang meminimalisasi persoalan ras dan suku. Bila masalah itu muncul, dapat menghancurkan kesatuan NKRI," ungkap Adi.
 
Adi juga menantikan pemaparan visi misi dua pasang calon terkait kesejahteraan. Satu di antaranya menghadirkan lapangan kerja. Jangankan di daerah, lanjut Adi, mencari kerja di Ibu Kota Negara, Jakarta, pun sulit.
 
Butuh Presiden yang Menyejukkan
 
Begitu pula dengan Novia. Ia menilai masalah utama bangsa adalah perang di media sosial. Ujaran kebencian tumbuh di mana-mana. Aksi saling hujat dan menjatuhkan membuat bangsa kian prihatin. Menurut Novia, dua pasang calon harus memiliki program untuk menghentikan hal-hal yang dapat merusak dan mengancam kerukunan bangsa.
 
"Maka, siapa pun presidennya nanti, saya harap bisa menyejukkan, walaupun kita berbeda kita harus tetap bersatu," jelas Novia.
 
Sementara, Yusuf salah seorang penjual gorengan keliling menuturkan, agar pemerintah memastikan harga kebutuhan tetap stabil. Menurutnya, dengan begitu rakyat bisa hidup dengan layak.
 
"Saya berharap harga stabil saja sih, soalnya ketika beli untuk dagangan saya, kerap harga sering berubah-ubah. Semiga ekonomi kita juga semakin stabil dan membaik.
 
Dua pasang calon Presiden-Wakil Presiden RI tengah berlaga. Pada 17 Januari 2019, mereka akan menghadiri debat pertama yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta.
 
Namun warga dapat tetap menyimak pemaparan visi dan misi kedua pasang calon. Adapun tema debat perdana yaitu hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme. Media yang menyiarkan secara resmi yaitu TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV.
 
Adapun masa pemungutan suara yaitu pada 8 April 2019. Warga pun diharapkan dapat menggunakan hak suara untuk memilih dan menentukan Presiden-Wakil Presiden RI yang menjabat hingga 2024.
 
Lihat video:

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif