Pemimpin Redaksi Medcom.id, Budiyanto saat memberikan Pelatihan Jurnalistik di Universitas Mercu Buana Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.
Pemimpin Redaksi Medcom.id, Budiyanto saat memberikan Pelatihan Jurnalistik di Universitas Mercu Buana Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.

Medcom.id Gelar Pelatihan Jurnalistik di Mercu Buana

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 23 April 2019 14:44
Jakarta: Portal berita dan videoMedcom.id menggelar pelatihan jurnalistik dengan tema "Baca Berita Tanpa Hoaks" di Universitas Mercu Buana, Jakarta. Acara pelatihan ini dihadiri lebih dari 100 mahasiswa program studi ilmu komunikasi dan jurusan lainnya.
 
Dalam pelatihan itu mahasiswa diberikan gambaran tentang cara kerja seorang jurnalis. Pelatihan ini mengundang perhatian peserta karena dipaparkan langsung oleh para praktisi yang telah malang melintang di dunia jurnalistik selama puluhan tahun.
 
Pemimpin Redaksi Medcom.id, Budiyanto yang menjadi pembicara utama di pelatihan ini menyampaikan, profesijurnalis membutuhkan totalitas. Bukan hanya sekadar menunaikan pekerjaannya, tetapi juga harus dibarengi dengan kecintaan terhadap dunia jurnalistik itu sendiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau teman-teman mau jadi jurnalis itu pikirkan dulu, karena profesi ini adalah profesi yang harus total, tidak bisa setengah-setengah. Kalau setengah-setengah sepertinya harus mencari pekerjaan lain,” kata Budiyanto di sela-sela kuliah umumnya di Universitas Mercu Buana, Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Selasa, 23 April 2019.
 
Baca:Mercu Buana Perkenalkan Program Kelas Khusus Internasional
 
Seorang jurnalis dituntut memiliki mobilitas yang tinggi. Siap ditempatkan di segala medan tanpa memandang ruang dan waktu. Meski terkadang alam yang ditugaskan tak sesuai dengan pilihan.
 
“Jadi nanti kalau sudah menjadi jurnalis, tidak ada di hati kecil ini saya enggak suka liputan yang ini atau liputan ini tidak sesuai dengan idealisme saya. Itu tidak ada,” tegas Budi.
 
Satu hal yang paling penting, seorang jurnalis harus bermental tahan banting. Profesionalisme kerja menajdi yang utama sekalipun diberikan tugas yang mengancam nyawa.
 
“Penting jika kalian menjadi jurnalis yang paling disiapkan adalah mental anda. Harus siap untuk ditugaskan di mana saja, kapan saja,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif