NEWSTICKER
Ilustrasi.  Foto: Media Indonesia
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia

Sekolah Diimbau Bentuk Tim Pencegahan Kekerasan

Pendidikan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syahrul Ramadhan • 27 Februari 2020 06:06
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan rasa prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Nusa Tenggara Timur. Dengan adanya berbagai tindak kekerasan di sekolah belakangan ini, Kemendikbud mengimbau sekolah untuk segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan.
 
“Kami turut prihatin atas kejadian di Seminari St. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere. Semoga kejadian-kejadian serupa tidak terjadi lagi, baik di sekolah tersebut ataupun di sekolah lainnya,” ucap Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana, di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.
 
Dengan adanya berbagai tindak kekerasan di sekolah belakangan ini, Kemendikbud mengimbau sekolah untuk segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami mengimbau kepada sekolah untuk menaati Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, dan segera membentuk tim pencegahan tindak kekerasan, agar tidak terjadi lagi kasus-kasus kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,” pesan Ade.
 
Baca juga:Siswa Alami Trauma Setelah Dipaksa Memakan Feses
 
Komponen pendekatan penanganan tindak kekerasan di sekolah, kata Ade, mengharuskan sekolah, guru, dan pemerintah daerah untuk secara sigap dan tertata melakukan segala langkah penanggulangan terhadap tindak kekerasan yang telah dan sedang terjadi. Pemberian sanksi, yaitu regulasi yang dibuat dengan tegas mencantumkan sanksi untuk pelaku tindak kekerasan.
 
“Pencegahan mengharuskan sekolah, guru, dan pemerintah daerah untuk menyusun langkah-langkah pencegahan tindak kekerasan, termasuk penyusunan prosedur antikekerasan dan pembuatan kanal pelaporan, berdasarkan pedoman yang diberikan oleh Kemendikbud,” terang Ade.
 
Kemendikbud mengapresiasi laporan warga mengenai kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan. Terkait dengan kasus yang terjadi di salah satu satuan pendidikan di Maumere NTT tersebut, Kemendikbud melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTT terus lakukan mediasi antara pengelola seminari dan orang tua siswa.
 
“Kami juga mendorong terselenggaranya pendidikan karakter dengan memanusiakan manusia, dan melarang segala bentuk tindakan ataupun pendekatan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,” kata Ade.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif