Wamenag Zainud Tauhid Sa'adi menerima Audiensi Tim dari Kemeneg PPPA mengenai Pesantren. Foto:  Kemenag/Humas
Wamenag Zainud Tauhid Sa'adi menerima Audiensi Tim dari Kemeneg PPPA mengenai Pesantren. Foto: Kemenag/Humas

KPPPA: Kekerasan di Lingkungan Pesantren Meningkat

Pendidikan kekerasan Kekerasan di Sekolah
Ilham Pratama Putra • 05 Maret 2020 20:48
Jakarta: Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) menunjukkan, tindak kekerasan semakin meningkat di lingkungan pesantren. Baik itu kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.
 
“Kami prihatin dengan kondisi yang seharusnya tidak terjadi ini. Untuk itulah kami akan memberi pemahaman ke pengurus pondok pesantren,” jelas Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan, saat Audiensi dengan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.
 
Menurut Indra, dikutip dari laman Kemenag, ada satu potensi yang dahsyat tapi belum tersentuh dan hal itu erat dengan tugas dan fungsi dari Kementerian PPPA dalam perlindungan anak, yakni potensi santri yang rata-rata masih usia anak. “Konsentrasi kami adalah bagaimana santri terjamin dan terpenuhi hak-haknya, yakni bagaimana membuat anak betah di pesantren, merasa aman, merasa nyaman dan merasa terlindungi dari tindak kekerasan,” kata mantan Dosen di UIN Syarif Hidayatullah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ditambahkan pula, amanat Undang-undang menetapkan bahwa anak-anak perlu mendapat perlindungan. Karenanya perlu bergerak untuk mewujudkannya.
 
Namun kegiatan ini terkendala karena Pondok Pesantren menjadi domain Kementerian Agama.
“Karenanya kami ingin bersinergi dengan Kementerian Agama, untuk intervensi melibatkan Kantor Wilayah, Kantor Kemenag Kab/Kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pimpinan Pondok Pesantren agar mendukung kegiatan ini, karena tidak bertentangan dengan ajaran agama," tandasnya.
 
Indra mengatakan, sinergi yang diharapkan adalah bagaimana di Pondok Pesantren tidak ada lagi kekerasan pada anak. “Ini salah satu konsentrasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk membuat pesantren ramah anak,” jelas Indra.
 
Kementerian Agama menyambut baik keinginan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk bersinergi dalam Pengembangan Pondok Pesantren Ramah Anak. “Beberapa kali pertemuan dengan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, membicarakan masalah ini. Kami menyambut positif sinergi baik ini. Secepatnya akan dibuatkan semacam MoU untuk mewujudkannya,” kata Wakil Menteri Agama, Zainud Tauhid Sa’adi.
 
Menurut Zainut, sebenarnya yang disampaikan itu tidak hanya Pesantren, tapi juga Madrasah. Sesuai dengan tiga layanan yang dimiliki Kementerian Agama yakni layanan Pendidikan, Layanan Keagamaan dan Layanan Haji dan Umrah.
 
Pendidikan ramah anak sudah disiapkan Peraturan Menteri Agamanya untuk Madrasah dan Pondok Pesantren sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden. Zainut menegaskan, bahwa pendidikan harus ada regulasi yang memberikan perlindungan kepada anak dan saat ini sedang diproses di Biro Hukum Kementerian Agama.
 
Dalam poin tiga, Undang-Undang Pondok Pesantren dijelaskan bahwa utamanya adalah memberi pemahaman kepada pengasuh agar memberikan layanan kepada santri berupa keamanan dari tindakan tindakan kekerasan. “Hal seperti itu perlu dijadikan gerakan bersama agar dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Wamenag.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif