Rektor UI, Ari Kuncoro. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Rektor UI, Ari Kuncoro. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Rektor UI Usul, Kenaikan Jabatan Dosen Pertimbangkan Hilirisasi Penelitian

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 Mei 2020 09:09
Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro mengusulkan agar hilirisasi penelitian menjadi salah satu bobot dalam kenaikan jabatan dosen. Karena saat ini dosen tidak cukup hanya melakukan pubilikasi karya ilmiah di jurnal internasional.
 
“Kalau naik pangkat, bobot utama jangan hanya di publikasi karya ilmiah, tapi salah satunya hilirisasi,” usul Ari dalam Webinar Jejaring Indonesia Maju ‘Kampus Merdeka di Era dan Pasca Covid-19’, Jumat, 29 Mei 2020.
 
Lebih lanjut Ari mengatakan, hilirisasi penelitian ini bukan hanya untuk dosen di fakultas teknik, kedokteran maupun ilmu alam. Tetapi juga dosen-dosen di fakultas sosial-humaniora, ide-ide dari hasil penelitian bisa menjadi rujukan untuk pengambilan keputusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, di UI tuturnya mempunyai kebijakan, dosen diberi kebebasan untuk mengusulkan ide gagasan penelitian untuk diserahkan ke pemerintah. Ada proposal yang diterima, di antaranya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis tentang bagaimana menanggulangi covid dan meminimalkan resesi.
 
“Jadi bagaimana virus diatasi tapi tetap produktif, ini cocok,” ujarnya.
 
Baca juga: Empat Politeknik Buka Program S-2 Terapan
 
Lebih lanjut Ari menyampaikan, agar penelitiannya dapat dihilirisasi, maka dosen harus terlebih dahulu mengetahui masalah yang dihadapi pemerintah maupun industri. Sehingga tuntutannya kini adalah dosen harus bisa berpikir multidimensi.
 
Baca juga:Gandeng Swasta, UI Siap Produksi 100 Ventilator Covent-20
 
“Kita bisa hilirisasi ide dengan mengetahui kendala yang terjadi di industri maupun pemerintah. Ini bagi dosen artinya mendidik mereka berpikir multidimensi. Ini konsep agung dari tridarma perguruan tinggi. Semua harus seimbang,” terangnya.
 
Ari menyampaikan hal tersebut merupakan bagian dari penerapan Merdeka Belajar Dosen, karena dosen tidak lagi hanya dituntut menghasilkan publikasi karya ilmiah, tapi juga harus memberi manfaat langsung. Itu menjadi kepuasan tersendiri bagi dosen apabila bisa tercapai.
 
“Merdeka Belajar dosen jangan hanya publikasi saja, apakah sudah bisa jadi penasihat untuk Pemda, ada berapa kebijakannya yang diadaptasi oleh pemda, Ini merdeka dosen,” tegasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif