Ilustrasi depresi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi depresi. Foto: Medcom.id

Cegah Depresi PJJ, Guru dan Orang Tua Harus Aktif Berkoordinasi

Pendidikan bunuh diri perlindungan anak Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 20 Oktober 2020 10:00
Jakarta: Kepala sekolah SMP Negeri 52 Jakarta, Heru Purnomo menyebut guru, dan orang tua harus berkoordinasi setiap hari dalam masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini dilakukan untuk memantau dan menghilangkan potensi depresi akibat proses PJJ.
 
Heru mengaku jika PJJ sangat menjemukan bagi seluruh warga pendidikan, tidak hanya siswa, namun juga guru dan orang tua. Untuk itu komunikasi seluruh pihak harus dibangun dan berjalan lancar setiap harinya.
 
"Pertama koordinasi guru bidang studi dan walikelas dalam pelayanan pembelajaran setiap hari," ujar Heru kepada Medcom.id, Selasa, 20 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari koordinasi tersebut akan terpantau berbagai kendala. Informasi dari kendala itulah yang menjadi bahan masukan jajaran menajemen SMPN 52 untuk mencari solusi.
 
"Kami jajaran menajemen SMPN 52 mengadakan rapat dengan pengurus komite untuk rapat persiapan rapat tatap muka virtual dengan semua orang tua siswa secara bergiliran baik kelas 7, 8, dan 9," jelas Heru.
 
Baca juga:Siswi Bunuh Diri Diduga Depresi Belajar Daring, Kemendikbud Didesak Berbenah
 
Orang tua diandalkan untuk melihat, memperhatikan dan merasakan kendala anak. Untuk kemudian disampaikan kepada pihak sekolah.
 
"Orang tua siswa yang kemudian berkembang menjadi diskusi dua arah. Selanjutnya diserahkan kepada kepala sekolah sebagai umpan balik dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, guna menjembatani kendala-kendala yang ada," terang dia.
 
Saling umpan balik ini dinilai Heru sebagai pelayanan terbaik dalam PJJ. Hal ini dipercaya dapat meminimalisir persoalan PJJ yang berpotensi membuat depresi baik guru, orang tua maupun siswa.
 
"Paling tidak apa yang kami lakukan adalah untuk antisipasi potensi persoalan," terang dia.
 
Sebelumnya, seorang siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MI, bunuh diri dengan menggunakan racun. Siswi berusia 16 tahun tersebut diduga bunuh diri akibat depresi menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif