Optimis APK Pendidikan Tinggi Capai 40 %
Menristekdikti, Mohamad Nasir saat jumpa pers Hardiknas 2018, di Unpad Bandung. Foto: Medcom/Roni Kurniawan

Bandung: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir meluncurkan Sistem Pembelajaran Daring (Spada) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggu di Indonesia. Spada diyakini mampu mendongkrak APK pendidikan tinggi hingga 40 persen.

Nasir mengatakan, APK pendidikan tinggi Indonesia saat ini masih pada angka 31,5 %.  Nasir berharap, dengan  diterapkannya Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Spada di sejumlah kampus, baik negeri maupun swasta, akan meningkatkan APK secara signifikan.

"Saya optimis APK pendidikan tinggi bisa di angka 40 %," kata Nasir dalam jumpa pers Hardiknas 2018, di Kampus Universitas Padjajaran (Unpad), Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu, 2 Mei 2018.

Nasir mengatakan dengan menerapkan Spada, para mahasiswa nantinya tidak harus selalu datang ke kampus untuk mengikuti mata kuliah. Pasalnya, sistem pembelajaran dapat dilakukan secara daring atau online, antara dosen dan mahasiswa dari berbagai daerah.

"Tapi mahasiswa juga tetap bisa berinteraksi, diskusi dengan dosennya. Jadi dosen tidak hanya menyampaikan materi, ada interaksi juga disitu," sambung Nasir.

Sistem pembelajaran daring tersebut, diyakini Nasir akan memotong kendala jarak antara dosen dengan mahasiswa, karena perkuliahan tidak harus berhadapan secara langsung.

"Dengan sistem tersebut profesor (dosen) bisa mengajar lebih dari seribu mahasiswa di seluruh Indonesia," tuturnya.

Namun Nasir memastikan, kualitas pembelajaran PJJ harus tetap dijaga, termasuk cara penyampaian materi bagi mahasiswa.  Dengan sistem PJJ, Nasir juga optimis mahasiswa lulusan dari sistem tersebut siap terjun ke dunia kerja di era digital.

"Tentu kualitas juga kita perhatikan, mutu proses, mutu konten, mutu dosen, mutu lulusan yang berdaya saing dan siap memasuki masa kerja dan tantangan di era digital ini," tutur Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro ini.

Sistem tersebut sebenarnya sudah diterapkan oleh beberapa perguruan tinggi negeri, salah satunya Pascasarjana Unpad. Namun Nasir berharap, seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta juga dapat menerapkan sistem tersebut ke depannya.

"Kita sedang rumuskan peraturan menterinya, supaya PTN dan PTS bisa menggunakan sistem pembelajaran secara daring itu," pungkasnya.


 

(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id