Mahasiswa Asal Indonesia Aisyah Khairunnisa Muhammad berkuliah di King’s College London jurusan Mathematics with Finance and Management. DOK Euro Management Indonesia.
Mahasiswa Asal Indonesia Aisyah Khairunnisa Muhammad berkuliah di King’s College London jurusan Mathematics with Finance and Management. DOK Euro Management Indonesia.

Keren, Aisyah DIterima di 2 Universitas Tertua di London

Pendidikan Inggris Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Mahasiswa
Renatha Swasty • 21 April 2022 14:40
Jakarta: Perempuan Indonesia tak berhenti unjuk gigi. Salah satunya, Aisyah Khairunnisa Muhammad.
 
Alumni SMA Labschool Jakarta itu pada 2017 berhasil diterima di dua universitas termashyur dunia. Siswi yang akrab disapa Aisyah itu diterima di University College London jurusan Civil Engineering dan King’s College London jurusan Mathematics with Finance and Management.
 
Uniknya kedua kampus itu masuk dalam jajaran universitas tertua di London, Inggris. Artinya, baik dari segi reputasi akademik maupun non-akademik sudah tidak perlu diragukan lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari QS World University Rankings 2022, kedua universitas tersebut masing-masing menempati posisi 8 besar dunia dan 35 besar dunia. Kedua universitas bersanding dengan kampus elite dunia lainnya, seperti Harvard University, Oxford University, Stanford University, UC Berkeley, University of Cambridge, Massachusetts Institute of Technology, Princeton University, Yale University, and Cornell University.
 
Tak cuma murid Indonesia, murid internasional juga memiliki keinginan yang sama untuk dapat melanjutkan studi di University College London dan King’s College London. Persaingan seleksi masuk universitas bergengsi dunia menggunakan persyaratan tidak mudah.
 
Dimulai dari prestasi akademik, prestasi di luar akademik, hingga kemampuan holistik yang mumpuni. Namun, justru inilah yang menjadi titik keistimewaannya bahwa siswi asal Indonesia mampu menaklukan persyaratan itu semua.
 
Aisyah dikenal sebagai siswi yang mempunyai prestasi cermerlang baik dari segi akademis maupun non-akademis saat masih duduk di bangku sekolah. Hal itu juga didukung dari sistem pendidikan berkualitas yang diberikan SMA Labschool Jakarta.
 
Deretan guru dan pengajar berkompeten, berkelas, dan bermutu mampu membawa Aisyah menuju universitas top dunia. Selain itu, kehadiran seluruh elemen sivitas akademika SMA Labschool Jakarta yang berwawasan global turut membantu Aisyah mempersiapkan segala keperluan dokumen untuk memenuhi persyaratan aplikasi pendaftaran ke universitas di Inggris, mulai dari surat rekomendasi, nilai raport, dan ijazah.
 
Hal ini menunjukan Aisyah sebagai lulusan dari SMA Labschool memiliki kualitas dengan taraf internasional dari segi akademis dan leadership. Sehingga, mampu berbicara banyak serta dihormati oleh universitas di dunia.
 
Aisyah juga memiliki Adik laki-laki yang baru-baru ini berhasil menembus tujuh universitas bergengsi Amerika Serikat, yakni:
  1. The Ohio State University (peringkat 17 berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022)
  2. University of Washington at Seattle (peringkat 20  berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022)
  3. North Carolina State University (peringkat 32 berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022)
  4. Michigan State University (peringkat 33 berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022)
  5. University of Colorado Boulder (peringkat 42 berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022)
  6. Arizona State University (peringkat 54 berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022)
  7. University of Cincinnati (peringkat 67 berdasarkan US News Top Public Schools Ranking 2022).
Ayah Aisyah juga merupakan alumni S1 dari North Carolina State University jurusan Aerospace Engineering dan alumni S2 Arizona State University jurusan Industrial Engineering.
 
Saat ini, Aisyah sedang menempuh tahun keempat perkuliahannya di King’s College London jurusan Mathematics with Finance and Management. Selama persiapan studi, Aisyah dibantu Euro Management Indonesia.
 
Mulai dari program kelas pelatihan IELTS, tes minat dan bakat, konseling, test IELTS, pengumpulan dokumen pendaftaran, pembuatan motivation letter, keberangkatan, dan pedampingan di negera tujuan.
 
Indonesia patut berbangga dengan prestasi ini mengingat jumlah siswa Indonesia yang belajar di luar negeri turun signifikan dari 15.000 siswa pada 1990-an menjadi kurang dari 6.000 siswa pada 2020. Sebaliknya, China dan India dalam 30 tahun terakhir telah meningkatkan siswa mereka secara signifikan di luar negeri, lebih dari dua kali lipat menjadi masing-masing 200.000 siswa dan 120.000 siswa.
 
Universitas di Inggris tentunya perlu mendistribusikan secara proporsional jumlah mahasiswa internasional yang diterima. Hal itu agar dapat mendorong adanya kemajemukan jumlah mahasiswa internasional di universitas berkelas dunia.
 
Sehingga hal ini akan mendorong pula kekayaan hasil riset dari adanya berbagai macam pertukaran pikiran dari gagasan global. Dengan diterimanya Aisyah di universitas prestisius dunia juga turut membuka jalan bagi pemuda Indonesia lainnya untuk tetap mengejar impian dengan aksi nyata untuk melanjutkan studi ke luar negeri.
 
Baca: Perempuan Indonesia Mesti Didorong Berkiprah di Bidang Sains dan Teknologi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif