Siswa tengah membaca buku.  Foto: Kemendikbud/BKLM
Siswa tengah membaca buku. Foto: Kemendikbud/BKLM

Kurikulum Padat Bikin Geleng Kepala

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Citra Larasati • 27 November 2019 20:10
Jakarta: Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Totok Amin Soefijanto mengomentari sejumlah poin persoalan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam naskah pidatonya di Hari Guru Nasional 2019. Salah satunya terkait pernyataan padatnya kurikulum yang menutup pintu petualangan untuk mengajak murid keluar kelas dan belajar dari dunia sekitarnya.
 
Menurut Totok, kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia memang sangat padat. Kemudian ia menceritakan pengalamannya mengikuti quick review terhadap Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat ia bergabung diAnalytical and Capacity Development Partnership (ACDP)Indonesia.
 
Hasilnya memang menyatakan, materi pengetahuan yang harus diketahui peserta didik di Indonesia terlalu banyak. "Narsum pakar dari India dan Australia waktu itu sampai geleng kepala," ungkapKonsultan Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia ini, kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mestinya, kata Totok, materi yang perlu diajarkan guru kepada siswa ditekankan pada pengetahuan-pengetahuan terbaru. "Tidak perlu teori zamanbaheula(dulu) dimasukkan juga ke dalam mata pelajaran. Harusnya, berikan opsi saja bagi siswa atau guru yang mampu untuk melihat rujukan sains di masa lalu tersebut," papar Totok.
 
Kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia pun dinilai terlalu berat pada aspek kognitif (salah satu bentuk pemahaman dan penguasaan ilmu). Hal ini menurut Totok, disebabkan karena sebagian guru mampunya baru pada aspek itu.
 
"Pendidikan jangan terlalu berat ke kognitif," ujarnya.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyampaikan pidato dalam menyambut peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November 2019. Dalam teks pidato yang diterima Medcom.id Nadiem secara tegas menyatakan enggan memberikan guru janji-janji kosong.
 
"Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda," tegas Nadiem dalam teks pidatonya, di Jakarta, Sabtu, 23 November 2019.
 
Ia hanya menegaskan bakal memperjuangkan kemerdekaan belajar di Indonesia. Mengingat selama ini banyak hal yang mengganjal untuk belajar, terlebih lagi guru yang selama ini menurut Nadiem harus banyak dibebani tugas administratif.
 
Belum lagi kurikulum yang padat, membuat guru tak berkutik untuk melakukan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar. "Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan," ujarnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif