NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

Siswa Indonesia Lemah dalam Kemampuan Presentasi

Pendidikan Kualitas Pendidikan
Antara • 20 Januari 2020 15:39
Jakarta: Direktur STIE UniSadhuGuna, Reza Suriansha mengatakan, sebagian besar siswa Indonesia lemah dalam kemampuan nonteknis atau soft skills. Salah satunya seperti presentasi hingga manajemen waktu.
 
"Sebagian besar siswa Indonesia lemah dalam kemampuan nonteknis seperti presentasi. Ide bagus sekalipun akan percuma jika tidak bisa mempresentasikannya," ujar Reza dikutip dari Antara, Senin, 20 Januari 2020.
 
Dia menambahkan, kelemahan akan kemampuan nonteknis tersebut membuat siswa kesulitan untuk berkompetisi. Misalnya, untuk perekrutan tenaga kerja yang mana secara kemampuan teknis mumpuni, tapi kemampuan nonteknis kurang sehingga tidak jadi direkrut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lemahnya kemampuan nonteknis itu juga membuat siswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri mengalami hambatan pada tahun-tahun awal kuliah. Untuk itu, dia berharap kemampuan nonteknis tersebut dapat diajarkan di sekolah yang ada di Tanah Air.
 
Presiden Direktur dari Lembaga Pendidikan UniSadhuGuna, Adhirama Gumay mengatakan, saat ini memiliki total populasi sekitar 260 juta jiwa. Indonesia merupakan negara keempat di dunia dengan pertumbuhan populasi terbesar pada kelompok usia 12 hingga 18 tahun.
 
"Usia ini merupakan usia yang membutuhkan fondasi pendidikan yang mumpuni untuk mendapatkan kesempatan belajar di universitas di dalam atau luar negeri," kata Adhirama.
 
Adhirama menambahkan lembaga pendidikan memiliki tantangan untuk membekali siswa kemampuan nonteknis seperti keterampilan berpikir kritis, komunikatif, kepemimpinan, kolaboratif, kemampuan beradaptasi, produktivitas, dan akuntabilitas, serta inovasi.
 
Untuk membantu siswa yang ingin melanjutkan ke luar negeri, pihaknya memberikan solusi kepada orang tua dan siswa mulai dari persiapan dini. Mencakup bahasa, keterampilan hingga pembekalan akademik, sehingga siswa mendapatkan fondasi yang matang apabila melanjutkan tingkat kesarjanaan.
 
"Hal ini akan efektif apabila pembekalan sudah dimulai dari jenjang SMP," kata Adhirama.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif