Sesjen Kemendikbud, Didik Suhardi saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Anugerah Kihajar 2019. Kemendikbud/BKLM.
Sesjen Kemendikbud, Didik Suhardi saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Anugerah Kihajar 2019. Kemendikbud/BKLM.

Kemendikbud Kembali Gelar 'Anugerah Kihajar'

Pendidikan Metode Pembelajaran
Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Juli 2019 18:33
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) kembali menggelar Anugerah Kihajar di 2019. Ajang penghargaan yang bertujuan mendorong pendayagunaan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran ini memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan pada tahun ini.
 
“Malam ini kita akan melakukan rapat koordinasi persiapan kegiatan Anugerah Kihajar tahun 2019. Saya berharap penyelenggaraan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ada peningkatan kuantitas dan kualitas dengan menunjukan bahwa kegiatan ini semakin lama semakin bagus,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, saat pembukaan Rapat Koordinasi persiapan penyelenggaraan Anugerah Kihajar 2019, di Jakarta, Selasa malam, 16 Juli 2019.
 
Anugerah Kihajar tahun ini mengangkat tema “Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan 4.0 melalui Anugerah Kihajar 2019”. Tema tersebut, menurut Didik, tepat dalam mendukung perkembangan zaman, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Harapan saya TIK menjadi bagian dari sekolah. Artinya kita perlu upaya yang luar biasa agar pemerataan penggunaan TIK bisa menyebar di seluruh Tanah Air,” ucap Didik.
 
Baca:16 Kepala Daerah Melek TIK Diganjar Anugerah Kihajar
 
Didik juga berharap, akan muncul juara-juara TIK baru yang tidak hanya dari daerah-daerah tertentu saja, "Tetapi juga dari daerah lain di seluruh Indonesia,” tambahnya.
 
Anugerah Kihajar, kata Didik, juga bisa menjadi kegiatan yang dapat mendorong program-program TIK yang selama ini dikembangkan Kemendikbud, seperti Rumah Belajar dan TV Edukasi. “Sehingga semua guru dan siswa dapat mengenal program-program tersebut, dan menjadikan Rumah Belajar sebagai proses pembelajaran di sekolah dan di rumah,” ujarnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pustekkom, Gogot Suharwoto, mengatakan, Anugerah Kihajar tahun ini merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari Anugerah peduli TIK, lomba Coding Edusiber, lomba Aplikasi Mobile Edukasi, lomba Pengembangan Audio Feature dan Iklan Layanan Masyarakat, Festival Video Edukasi, Seminar, pameran TIK untuk pendidikan, dan kuis Kihajar.
 
Kuis Kihajar dilaksanakan melalui kuis harian (Web dan SMS) dan kuis provinsi. Kuis Kihajar di tingkat provinsi akan dilaksanakan di 34 provinsi. Dari jumlah tersebut, 13 provinsi di antaranya akan dijadikan mata acara yang ditayangkan di TV Edukasi.
 
Peserta kuis setiap jenjang adalah sebanyak 50 peserta, dengan total sebanyak 200 peserta. Pada kesempatan ini Didik memberikan penghargaan kepada tiga provinsi dengan peserta terbanyak yakni Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali.
 
Kuis Kihajar dilaksanakan juga di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yakni Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Thailand, Filipina, Mesir, Jepang, Belanda, Myanmar, dan Rusia. Total peserta yang sudah mendaftar sebanyak 675 peserta.
 
Kegiatan Rapat Koordinasi Anugerah Kihajar tahun 2019 diselenggarakan mulai tanggal 16 Juli hingga 19 Juli 2019, di Jakarta, dengan peserta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Kepala UPT Balai Tekkom Provinsi, dan Balai lainnya di lingkungan Kemendikbud.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif