Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma (kanan) saat membuka The 1st International Conference on Health (ICOH). Foto: dok istimewa.
Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma (kanan) saat membuka The 1st International Conference on Health (ICOH). Foto: dok istimewa.

Esa Unggul Paparkan Bahaya Penyakit Baru

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 23 Oktober 2019 02:29
Jakarta: Universitas Esa Unggul menggelar Konferensi Kesehatan Internasional bertajuk The 1st International Conference on Health (ICOH) di Jakarta. Acara ini merespons beragam masalah kesehatan di Indonesia sekarang ini.
 
Ketua penyelenggara ICOH, Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan mengatakan tema yang dihadirkan ini adalah Improving Quality of Care and Equity in Health. Tema ini bukan hanya tentang menghindari penyakit, tapi lebih kepada peningkatan kesehatan seseorang yang harus terjamin.
 
"Dalam Konferensi Kesehatan Internasional ini, kita akan membahasnya dari sejumlah aspek dan melibatkan berbagai kalangan. Contohnya dari Psikologi, di sini mereka akan berperan untuk mempresentasikan sejumlah masalah penyakit mental populer seperti insomnia, ada juga dari Hukum mungkin membahas dari sisi kesehatan terkait isu aborsi, atau dari ekonomi terkait jaminan kesehatan," kata Weka melalui siaran pers, Selasa, 22 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menonjolkan penanggulangan dan pencegahan penyakit, konferensi ini juga menitikberatkan pada kemunculan penyakit berupa emerging disease, re-emerging disease, dan new emerging disease. Tiga penyakit ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih oleh masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, dan juga pemerintah.
 
"Tiga penyakit yang terklasifikasi kemunculannya yakni emerging disease, yakni penyakit yang banyak ditemukan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Re-emerging disease, penyakit yang muncul kembali seperti filariasis atau kaki gajah. Dan new emerging disease yaitu penyakit baru yang muncul dan menjadi pandemik seperti ebola dan flu burung. Ini akan kita bahas sepenuhnya di Konferensi ICOH," ujar Weka.
 
Ia berharap konferensi ICOH ini mampu memberikan feedback bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pun juga dari para kalangan akademisi, tenaga kesehatan, serta pemerintah agar dapat mengatasi sejumlah masalah kesehatan di Indonesia.
 
"Mudah-mudahan ini menjadi momentum kita untuk memperbaiki sejumlah masalah kesehatan di Indonesia dan ke depannya, ICOH ini mampu menjadi jembatan komunikasi lintas profesi maupun negara untuk saling bertukar informasi dan penelitian terkait berbagai masalah kesehatan baik lokal, regional maupun internasional. Dan ke depannya ICOH akan kembali diselenggarakan setiap tahun tentunya dengan tema dan konsep yang lebih baik," tuturnya.
 
Di kesempatan yang sama, Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma mengatakan konferensi internasional ini menjadi suatu bukti kampusnya sedang melangkah menjadi World Class University.
 
"Konferensi ICOH ini menjadi bukti bahwasanya Universitas Esa Unggul sebagai perguruan tinggi dalam negeri telah siap berkolaborasi dengan komunitas internasional yang tentunya sesuai dengan visi serta misi Universitas Esa Unggul menjadi World Class University," pungkasnya.
 
Adapun peserta Konferensi ICOH diperkirakan berjumlah 700 orang yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pemerhati kesehatan, profesional, tenaga kesehatan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif