Presiden Joko Widodo saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, Medcom.id/Dheri Agriesta.
Presiden Joko Widodo saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, Medcom.id/Dheri Agriesta.

Presiden Minta Guru Produktif Diperbanyak

Pendidikan RNPK 2019
Dheri Agriesta • 12 Februari 2019 19:05
Depok: Pemerintah mulai mengalihkan fokus pembangunan dari sektor infrastruktur menjadi sumber daya manusia (SDM). Salah satu caranya dengan meningkatkan pembangunan dunia pendidikan yang fokus pada keterampilan kerja.
 
Untuk itu, Jokowi meminta agar jumlah guru yang terampil atau produktif harus lebih banyak ketimbang guru normatif."Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif," kata Jokowi saat membuka rembuk nasional pendidikan dan kebudayaan 2019 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan, Sawangan, Depok, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Presiden menjelaskan guru normatif merupakan pengajar mata pelajaran Pendidikan Agama, Pancasila, dan Bahasa Indonesia. Saat ini, jumlah guru normatif justru lebih banyak, sekitar 65 persen dari total guru yang ada di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guru produktif, kata dia, lebih banyak berada di sekolah menengah kejuruan. Padahal, guru produktif juga penting dalam melatih siswa.
 
Tidak hanya secara kuantitas, Jokowi juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meningkatkan kualitas 35 persen guru produktif yang sudah ada saat ini. "Guru harus di-upgradeskilldalam melatih siswa," ujar Jokowi.
 
Presiden mengingatkan, kehadiran revolusi industri 4.0 yang mulai menghadang di depan mata menuntut siswa untuk menyesuaikan diri agar tidak ketinggalan.
 
Baca:Pemerintah Mulai Geser Anggaran untuk Bangun SDM
 
Kepala Negara menyebut siswa tak hanya cukup mendapatkan pelajaran formal, tapi juga pelatihan nonformal di bidang teknologi.
 
"Kita harus memberikan pelajaran yang berkaitan dengan digitalisasi, bahasacodingsangat penting sekali, anak-anak harus mengerti. Karena media komunikasi baru nantinya ada di sana. Ingat sudah sering saya sampaikan. Anak anak kita guru-guru kita harus ngerti," jelas dia.
 
Guru dan siswa harus memahami seluk belukartificiallintelligence, internet, robotik, dancryptocurrency. Hal ini bakal menjadi program pemerintah yang mulai mengalihkan fokus pembangunan ke sektor sumber daya manusia.
 
"Anggarannya kita fokuskan. Programnya kita fokuskan. Infrastruktur sudah berjalan, bisa ditinggal, kita bergeser ke pembangunan SDM," pungkas Jokowi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif