Pameran Indonesia Science Expo, ANT/Akbar Nugroho Gumay.
Pameran Indonesia Science Expo, ANT/Akbar Nugroho Gumay.

Peneliti: Tak Mudah Satukan Multi Ilmu Jadi Satu Badan

Pendidikan debat capres cawapres debat capres Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 20 Maret 2019 10:52
Jakarta: Calon wakil presiden (cawapres) 01 berencana akan membentuk Badan Riset Nasional (BRN) nanti jika terpilih. Namun peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai usulan tersebut masih perlu kajian lebih mendalam.
 
"Harus ada upaya untuk menangani masalah itu. Tetapi saya kira masih perlu diperdebatkan, kita tidak bisa menanggapi sesuatu yang belum jelas wujudnya seperti apa," kata Peneliti Bidang Politik LIPI, Dewi Fortuna Anwar saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Menurut Dewi, ilmu riset ini terdiri dari berbagai macam ilmu. Oleh karena itu menurutnya tak mudah menyatukan beragam ilmu tersebut ke dalam satu badan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diakui Dewi, Forum Profesor Riset Nasional sudah memberikan usul. Di mana yang diusulkan bukan satu penyatuan dan peleburan lembaga, tapi bagaimana koordinasi antarlembaga harus lebih ditingkatkan lagi.
 
"Yang paling penting adalah menyinergikan. Jadi yang diusulkan oleh para profesor riset adalah untuk meningkatkan kepentingan strategis tentang penelitian," ujar Dewi.
 
Baca:Pengelolaan Riset di Bawah Satu Koordinasi
 
Dalam pertemuan dengan forum tersebut, para profesor meminta presiden untuk memimpin langsung suatu badan mengenai riset nasional ini. Di mana presiden nantinya yang akan membuat kebijakan terkait prioritas-prioritas nasional untuk bidang penelitian dan pengkajian.
 
"Sekarang ini Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir hanya mengkoordinasikan universitas dan lembaga penelitian seperti LIPI. Tapi yang berada di bawah kementerian perekonomian itu luput," tuturnya.
 
Sebelumnya, Calon wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mewacanakan akan membentuk Badan Riset Nasional (BRN) untuk mengefisiensikan fungsi lembaga riset yang saat ini tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga.
 
"Akan dibentuk Badan Riset Nasional, mengkoordinasikan alokasi dana riset yang saat ini tersebar di kementerian dan lembaga. Nanti akan jadi satu koordinasi," kata calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Minggu, 17 Maret 2019.
 
Selain itu, Jokowi-Ma'ruf juga akan mengoptimlkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) sehingga riset lebih efektif. Ma'ruf menegaskan akan menyediakan dana abadi riset di samping dan dana abadi pendidikan dan dana abadi kebudayaan.
 
Dengan upaya tersebut ia yakin, riset Indonesia akan berhasil memajukan bangsa menuju 10 years challange.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif