Direktur Jenderal Risbang, Muhammad Dimyati (dua dari kanan), Kemenristekdikti/Humas.
Direktur Jenderal Risbang, Muhammad Dimyati (dua dari kanan), Kemenristekdikti/Humas.

Peneliti Indonesia dan Jerman Jajaki Kolaborasi Riset

Pendidikan Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 14 Januari 2019 19:59
Jakarta:  Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan bertajuk “Indonesia-Germany Joint Research Funding Initiative”. Pertemuan dengan delegasi Jerman yang diwakili oleh Federal Ministry of Education and Research (BMBF) ini membahas inisiasi kerja sama riset baru antara peneliti Indonesia dengan Jerman.

Direktur Jenderal Risbang, Muhammad Dimyati mengatakan, berkat Presiden RI ke-3, BJ Habibie, Indonesia memiliki sejarah istimewa dalam hubungan dengan Jerman.  Hal tersebut juga turut berdampak pada jalinan kerja sama (khususnya di bidang riset) yang terbangun begitu baik dengan Indonesia.

Sehingga Indonesia dapat menjalin kerja sama yang baik pula di masa sekarang dan masa mendatang.  “Mengapa kita tidak membuat kerja sama riset yang besar? Padahal kita mempunyai modal besar, yaitu hubungan sejarah yang baik dalam kerja sama," kata Dimyati di Gedung BPPT, Jakarta, Senin, 14 januari 2018.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca: Indonesia-Malaysia Jajaki Pertukaran Guru Dalam kesempatan yang sama perwakilan BMBF - Helmut Löwe menjelaskan program CLIENT II International Partnerships for Sustainable Innovations yang merupakan program pendanaan penelitian bertujuan untuk mendukung kemitraan internasional di bidang Iklim, lingkungan dan energi.

“Kami berharap ada proyek penelitian yang produktif dalam kerja sama penelitian nanti,” ujar Hendrik Barkeling, Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia.

Di samping itu, perwakilan dari lembaga riset Indonesia, yaitu BPPT, LAPAN, LIPI, BMKG, BNPB, dan Balitbang ESDM memberikan gambaran singkat terkait program, aktivitas dan ruang lingkup penelitian pada instansi masing-masing untuk mencari kecocokan fokus penelitian Indonesia-Jerman. 

“Kita pergunakan pertemuan yang dihadiri oleh banyak lembaga riset dari kedua belah pihak ini sebagai golden moment untuk mendiskusikan kerja sama riset di masa yang akan datang," tutup  Dimyati.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi