Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan Layar Zoom.
Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan Layar Zoom.

Kurikulum Darurat Diluncurkan, Ini Penjelasannya

Pendidikan Virus Korona Kurikulum Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 07 Agustus 2020 19:59
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya meluncurkan kurikulum penyesuaian di masa pandemi virus korona (covid-19). Kurikulum ini diluncurkan agar sekolah bisa melakukan beberapa penyesuaian dalam memberikan pembelajaran kepada siswa.
 
"Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa," kata Mendikbud Nadiem Makarim, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Nadiem berharap sekolah punya kepercayaan diri untuk tidak menuntaskan kompetensi dasar yang ada di kurikulum 2013. Nadiem menyebut, penyesuaian ini merupakan opsional agar guru maupun siswa tidak kesulitan menuntaskan pembelajaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat tetap mengacu pada Kurikulum Nasional atau menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri," jelas Nadiem.
 
Dia menambahkan, penyesuaian kurikulum ini dapat berlaku pada semua jenjang pendidikan. Pada kurikulum ini guru dan siswa diharapkan dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.
 
Baca:Seluruh SMK dan Perguruan Tinggi Boleh Praktikum Tatap Muka
 
Untuk memperlancar penyesuaian kurikulum, pihaknya juga menyediakan modul-modul pembelajaran. Tahap awal, modul yang disediakan adalah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).
 
"Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran," papar Nadiem.
 
Modul belajar PAUD ini dijalankan dengan prinsip 'Bermain adalah Belajar'. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari.
 
Sementara itu, untuk jenjang pendidikan SD, modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali. Modul tersebut diharapkan akan mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah.
 
"Serta membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah," ucap Nadiem.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif