Siswa yang menerima bantuan perangkat tablet dari Kemendikbud. Foto: Kemendikbud/Humas
Siswa yang menerima bantuan perangkat tablet dari Kemendikbud. Foto: Kemendikbud/Humas

Sudah Waktunya Guru Ciptakan Software Belajarnya Sendiri

Pendidikan Metode Pembelajaran
Ilham Pratama Putra • 10 Februari 2020 11:19
Jakarta: Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mendorong guru untuk adaptif terhadap teknologi agar tidak ketinggalan zaman. Bahkan di era disrupsi teknologi ini, harusnya guru sudah mampu berinovasi menciptakan media pembelajarannya sendiri.
 
"Hari ini sudah banyak channel yang kita tahu. Misalkan kalau di aplikasi ada Ruangguru. Justru itu ditantang, guru membuat software sejenis, yang sifatnya bisa individu, bisa kelompok yang bisa menjadi akses pelajaran bagi siswa," kata Ujang kepada Medcom.id, Senin, 10 Februari 2020.
 
Hal itu dilakukan agar siswa tak hanya mendapat ilmu di kelas saja. Sehingga siswa bisa belajar di mana saja dan bahkan kapan saja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kini tinggal bagaimana guru didorong membuat aplikasi, di dorong buat bikin software, jangan pakai power point terus," jelasnya.
 
Untuk itulah guru mesti dibimbing. Menurutnya, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai eks Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) sekaligus 'pabrik guru' sangat bisa diandalkan untuk itu.
 
"UNJ harus melakukan langkah memajukan guru. Sebelum dilakukan kampus lain, UNJ harus yang terdepan dalam melakukan hal itu. Memberikan pelatihan hingga kursus di luar negeri melihat perkembangan," ujar Ujang.
 
Sebelumnya, Plt. Pusat Data dan Teknologi Pendidikan (PDTP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Gogot Suharwoto mengungkapkan, guru saat ini masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Alhasil, di era revolusi 4.0 ini masih banyak guru yang terpaku pada satu metode pembelajaran yaitu hanya menggunakan Power Point dalam mengajar.
 
"Guru selama ini tahunya itu cuma Power Point. Sederhananya mengajar apa saja, kayak iklan minuman, apa saja yang diajarkan 'minumnya' (bentuknya) Power Point,' terang Gogot kepada wartawan di sela-sela EduTech Expo 2020 dengan tema 'Transforming The Future of Indonesia Education', di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif