Pelatihan penanganan bencana di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: ANT/Undiksha
Pelatihan penanganan bencana di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: ANT/Undiksha

Undiksha Singaraja Bali Siap Jadi Kampus Siaga Bencana

Antara • 27 September 2022 13:37
Singaraja:  Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali menyatakan kesiapan menjadi kampus siaga bencana.  Diawali dengan sosialisasi, edukasi, dan simulasi penanggulangan risiko bencana di kampus setempat.
 
"Kegiatan sosialisasi itu merupakan salah satu persyaratan yang harus dilakukan untuk menuju Undiksha sebagai kampus siaga bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi di Singaraja, Selasa, 27 September 2022.
 
Menurut mantan Camat Gerokgak, Kabupaten Buleleng itu, kegiatan ini mendapat respons yang baik dari para peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, pegawai, dan petugas pengamanan di lingkungan Undiksha.  Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan seluruh jajaran pimpinan Undiksha atas kegiatan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diharapkan pula kegiatan ini akan terus berlanjut ke tahapan selanjutnya sampai Undiksha dikukuhkan sebagai kampus siaga bencana.  "Mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, karena kegiatan ini baru satu tahapan dan ini bisa kita lanjutkan ke tahapan berikutnya sampai pengurangan risiko bencana ini bisa dikukuhkan dan bisa sebagai prilaku bagi warga kampus Undiksha," ungkapnya.
 
Setelah simulasi, pihaknya bersama Pokja Kampus Siaga Bencana Undiksha akan melakukan asesmen ke setiap fakultas, salah satu yang menjadi perhatian adalah kelengkapan rambu-rambu.
 
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undiksha Singaraja I Ketut Sudiana menilai kegiatan sosialisasi, edukasi, dan simulasi untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Undiksha dalam menghadapi kebencanaan. "Karena tanpa kesiapan SDM, maka pemasangan sarana prasarana akan menjadi percuma. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan bersinergi dan berkesinambungan," jelasnya.
 
Ia menegaskan, sarana prasarana penanganan bencana menjadi perhatian serius Undiksha. Persiapannya didahului dengan evaluasi dari mitra kampus siaga bencana yaitu BPBD, PRB, Basarnas, dan PMI untuk selanjutnya dilaksanakan pemasangan rambu-rambu, seperti titik kumpul, jalur evakuasi, dan pemasangan alat pemadam api ringan.
 
Dia mengharapkan persiapan Undiksha sebagai kampus siaga bencana dapat berjalan lancar dan terus mendapat dukungan dari tim pokja yang selama ini dinilai sudah bekerja secara maksimal maupun sivitas akademika.  Pada kegiatan ini, disampaikan sejumlah materi yang berkaitan dengan penanggulangan risiko bencana oleh BPBD Kabupaten Buleleng, Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Basarnas, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng.
 
Untuk simulasi, diisi untuk penanganan gempa. Hal ini dilakukan mengingat Undiksha memiliki gedung bertingkat dan berlokasi di kawasan dengan lempeng bumi berpotensi terjadi patahan. Simulasi terdiri atas tindakan awal jika terjadi gempa, proses evakuasi, dan penyelamatan.
Baca juga: Perkuat Industri Nikel, Luhut Temui Sarjana S2 Metalurgi di Morowali

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif