Anak Panti Asuhan Rentan Terpapar Radikalisme
Partai NasDem memberikan bingkisan secara simbolis kepada anak-anak panti asuhan. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta:Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA PSAA) menilai anak-anak panti asuhan rentan terpapar radikalisme. Pasalnya, kondisi psikologis anak-anak tersebut masih belum stabil, sehingga rawan disusupi paham-paham radikal. 

“Kami sejak awal tegas dan komitmen menolak anak-anak panti dilibatkan dalam sikap intoleran dan radikal,” ucap Ketua Umum Forum Nasional LKSA PSAA, Yanto Mulya Pibiwanto di Jakarta, Senin 14 Mei 2018.


Potensi anak-anak panti untuk direkrut oleh kelompok radikal sangat tinggi. Karena latar belakang anak panti yang tidak mempunyai orang tua dan juga jiwa anak-anak yang masih belum stabil.

“Salah satu panti kami sudah pernah kedatangan Densus 88 akibat di dalam Mushola panti sudah berhari hari ada orang yang menetap dan mengajak anak anak. Belakangan diketahui, orang tersebut ditangkap Densus 88,” kata Yanto.

Untuk itu, anak-anak sebaiknya diberikan dukungan dari orang dewasa terdekatnya. Karena dengan kejadian pengantin bom yang melibatkan anak anak ini dapat diambil contoh bahwa tren yang terjadi adalah mengincar jiwa anak-anak. Terutama anak dalam situasi rentan.

“Untuk itu kita wajib mencegah keterlibatan anak, sebagai wujud perang melawan teroris,” tutur Yanto.

Disamping itu Panti Asuhan se-Indonesia siap mengasuh dan melindungi anak anak yang orang tuanya terlibat kasus terorisme.

“Kami mengimbau agar anak-anak mereka dititipkan saja kepada jaringan LKSA PSAA se-Indonesia,” pungkas Yanto.

 



(CEU)