Mendagri, Tito Karnavian. Foto: Zoom
Mendagri, Tito Karnavian. Foto: Zoom

Mendagri Bakal Keluarkan Surat Edaran Proteksi Pembelajaran Tatap Muka

Pendidikan Virus Korona sekolah Pembelajaran Daring
Ilham Pratama Putra • 20 November 2020 19:53
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan dalam waktu dekat akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait proteksi Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sebab perlu ada perlindungan khusus di daerah saat sekolah akan kembali dibuka pada Januari 2021.
 
"Kami akan tindaklanjuti dari Kemendagri dengan mengeluarkan surat edaran. Kemendikbud terbatas, tidak akan mampu untuk menjangkau berbagai antisipasi di daerah," kata Tito dalam konferensi pers virtual Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19, Jumat, 20 November 2020.
 
Surat edaran tersebut nantinya akan ditujukan kepada kepala dinas yang membawahi dinas pendidikan, kesehatan, komunikasi dan informasi, dinas perhubungan hingga Satgas covid-19 di daerah. Untuk detail isi surat edaran, Tito masih akan merancangnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun yang jelas, dalam SE itu juga akan dicantumkan Rencana Kerja Pemda (RKPD) beserta dokumen anggarannya atau APBD. Hal tersebut diniatkan untuk menjadi dasar upaya proteksi terkait satuan pendidikan yang akan melaksanakan PTM.
 
Baca juga:Satgas Covid-19 Restui Pembukaan Sekolah di Januari 2021
 
Merujuk kepada data infeksi covid-19 dari Jerman, Tito menyebutkan, sebagian besar siswa di sana terinfeksi covid-19 dari luar lingkungan satuan pendidikan. Sebanyak 78 persen dari 371 anak-anak yang terinfeksi, kata Tito tertular ketika berada di luar sekolah.
 
"Artinya, kita juga perlu melakukan pre-cautions. Dengan tatap muka, mereka akan melakukan mobilitas dari rumah ke sekolah. Ini artinya, Dishub (Dinas Perhubungan) masing-masing harus meyakinkan transportasi publik juga menyesuaikan dengan protokol karena nanti ada lonjakan jumlah penumpang dari anak sekolah," ujarnya.
 
Baca juga:Nadiem Tegaskan Pembukaan Sekolah Bukan Tatap Muka Normal
 
Tito juga mendorong peran Diskominfo dan humas dari setiap Pemda untuk menyosialisasikan tentang proteksi anak-anak yang sesuai dengan standar protokol kesehatan covid-19. Sosialisasi itu tidak hanya diarahkan kepada siswa saja, tetapi juga kepada orang tua siswa.
 
Dia juga menekankan agar kegiatan kerumunan, seperti ekstrakurikuler, agar tidak terjadi saat PTM di masa pandemi. Kembali ke sekolah bukan sebagai euforia.
 
"Jangan sampai karena sudah sekian bulan, jadi euforia, kemudian lepas kendali, pengawasan kurang, sekolah kemudian adakan kegiatan esktrakurikuler, mengundang kerumunan sehingga menjadi penularan," tutupnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif