Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemda Diminta Saling Koordinasi Terkait Pembukaan Aktivitas Sekolah

Pendidikan Virus Korona sekolah
Ilham Pratama Putra • 28 Mei 2020 19:29
Jakarta: Sekolah yang berada dalam wilayah zona hijau virus korona (covid-19) dimungkinkan untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka. Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), meminta pemerintah daerah (pemda) untuk saling berkoordinasi.
 
"Karena hal ini terkait apakah dia (guru atau siswa) berada di zona merah domisilinya, dan sekolahnya zona hijau," ungkap Staf Ahli bidang Regulasi Kemendikbud, Katarina Mulyana dalam konferensi video, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Pemerintah daerah yang lokasinya berdekatan diminta menyelaraskan kebijakan. Sebab, guru atau siswa yang berada di zona merah akan kesulitan menuju sekolahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Wilayah yang saling berdekatan supaya memiliki kebijakan yang sama, sehingga kalau tidak sama nanti bisa useless juga karena transportasi tidak bisa jalan juga," terangnya.
 
Baca:Pembukaan Aktivitas Sekolah Harus Pertimbangkan Masukan Pakar
 
Penyelarasan kebijakan ini serupa dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia menilai pemerintah daerah bisa saling berkomunikasi saat PSBB diberlakukan ataupun dicabut.
 
"Sehingga pencabutan PSBB berdasarkan zona (merah, kuning atau hijau) sebaiknya dilakukan bersamaan. Sehingga tidak terjadi permasalahan tidak bisa melewati karena perbedaan kebijakan," terangnya.
 
Kemungkinan pembukaan sekolah pada zona hijau disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad. Namun, pembukaan kelas tatap muka itu ditentukan oleh kebijakan bersama oleh Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan covid-19 bersama Kementerian Kesehatan.
 
"Tapi nanti penjelasan detailnya mohon bersabar menunggu minggu depan. Kemungkinan diumumkan sendiri oleh Pak Mendikbud (Nadiem Makarim) koordinasi dengan gugas, jadi tiap daerah tidak bisa membuat keputusan sepihak," terang Hamid.
 
Pihaknya hingga sat ini hanya memastikan jika Tahun Ajaran baru 2020/2021 tetap akan dimulai pada 13 Juli 2020. Dan sekolah yang berada di zona merah dan kuning akan tetap menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif