Demo mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo yang menuntut adanya perbaikan tata kelola kampus. Foto: istimewa
Demo mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo yang menuntut adanya perbaikan tata kelola kampus. Foto: istimewa

Mahasiswa Moestopo Tuntut Perbaikan Tata Kelola Kampus

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 18 Oktober 2019 15:49
Jakarta: Ratusan mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo menuntut perbaikan tata kelola kampus yang dinilai karut marut. Mereka menuntut rektor dan pihak yayasan mundur.
 
Mahasiswa menilai pejabat kampus tidak mampu mengatasi permasalahan yang terjadi bertahun-tahun. Mereka menuntut pimpinan rektorat dan yayasan tak berdiam diri melihat kondisi kampus yang memprihatinkan.
 
Mereka ingin perubahan total demi mengembalikan marwah pendiri kampus, yakni pahlawan nasional Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Moestopo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah sampaikan surat audiensi kepada pihak rektorat, namun hingga kini jawaban yang diterima adalah mereka sibuk dengan urusan di luar kampus. Bagi kami ini jelas, bahwa pimpinan kampus mengelak untuk membuka keran komunikasi dengan para mahasiswa," seruan mahasiswa dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Mahasiswa menilai tata kelola yang buruk dan transparansi aset serta keuangan yang tak akuntabel menyebabkan penurunan jumlah mahasiswa baru yang sangat signifikan di sejumlah fakultas. Fasilitas maupun sarana prasana pendidikan yang kurang diperhatikan dinilai menjadi salah satu indikator anjloknya jumlah mahasiswa.
 
"Sangat ironis, kampus Moestopo yang punya sejarah panjang sebagai salah satu kampus tertua, kini seolah terlupakan karena tidak mampu mengaktualkan diri bersaing dengan kampus-kampus lain. Mahasiswa terus merosot tajam akibat tata kelola yang buruk,"
 
Mahasiswa juga menyerukan tak ada lagi intimidasi dan pembelahan di dalam lembaga kemahasiswaan maupun mahasiswa secara pribadi dalam menyampaikan aspirasi mengenai permasalahan kampus.
 
"Jangan benturkan sesama kami. Apalagi dengan memanggil preman-preman dengan dalih menjaga keamanan,"
 
Sejumlah dosen perwakilan beberapa fakultas turut hadir dalam demo. Para dosen ikut menyuarakan kegelisahan pada kondisi fakultas.
 
Sejumlah dosen di Fakultas Kedokteran Gigi UPDM (B) mengkritisi pengelolaan perguruan tinggi yang selama ini berjalan. Mereka berharap aspirasi yang dapat memberikan solusi terbaik bagi segenap komponen di UPDM (B).
 
Rangkaian aksi mahasiswa Universitas Moestopo ditutup pembacaan pernyataan tuntutan. Mahasiswa bakal melakukan aksi yang lebih besar bila tuntutan tak dihiraukan.
 
Berikut tuntutan pedemo:
 
Rudy Harjanto, selaku Rektor UPDM(B) dan pimpinan tertinggi dari universitas harus bertanggung jawab penuh atas masalah-masalah yang terjadi di UPDM(B).
 
Thomas Suyatno, harus mengundurkan diri dari jabatannya selaku Pembina Yayasan UPDM. Keturunan (alm.) Prof. Dr. Moestopo harus bersatu membangun Yayasan UPDM untuk menyelamatkan masa depan UPDM(B) dengan prinsip dari, oleh, dan untuk UPDM(B) tanpa campur tangan oknum-oknum yang tidak memiliki ikatan sejarah dengan UPDM(B).
 
Reformasi Tata Kelola Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip good university governance. Reformasi Yayasan UPDM, pengelolaan aset dan keuangan universitas serta yayasan yang transparan dan akuntabel serta penuhi kewajiban pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana kampus.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif