Universitas Mercu Buana Jakarta menyerahkan bantuan untuk korban tsunami di Selat Sunda, UMB/Humas.
Universitas Mercu Buana Jakarta menyerahkan bantuan untuk korban tsunami di Selat Sunda, UMB/Humas.

Mercu Buana Berikan Bantuan untuk Pengungsi Tsunami

Pendidikan beasiswa osc
Intan Yunelia • 31 Desember 2018 09:44
Banten: Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta ikut serta memberikan bantuan kepada para pengungsi tsunami di Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018 lalu. Bentuk kepedulian yang diberikan berupa kegiatan kemanusiaan, dengan menyalurkan bantuan langsung berupa bahan pangan, dan pakaian, selimut, serta kebutuhan bayi.
 
“Ini merupakan bentuk kegiatan Tri Darma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat. Bantuan ini tentu saja bertujuan untuk meringankan beban para pengungsi, yang saat ini masih berada di tenda-tenda pengungsian,” kata Ketua UMB Peduli, Yuli Harwani di Jakarta, Senin 31 Desember 2018.
 
Konvoi bantuan dilepas oleh Direktur Sumber Daya UMB, Augustina Kurniasih, Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh sivitas UMB, Yayasan, dan DKM Manarul ‘Amal UMB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh bantuan dibawa dan diberikan langsung oleh Karo SDM Junaedi didampingi Karo MGS Trival Apriadi, Pengurus DKM Achmad Jamil, dan Mujiono. Bantuan disalurkan ke posko-posko yang berada di daerah Pandeglang, Banten.
 
Abdul Latif, Komandan Posko BNPB Sumur yang menerima dan menyalurkan bantuan dari UMB menyatakan terima kasih atas perhatian dunia kampus dalam membantu saudara-saudara sebangsa yang sedang mendapat musibah. Daerah Sumur dapat dikatakan yang terparah terkena dampak tsunami. Untuk menuju ke posko-posko di kawasan ini harus melalui jalan yang rusak.
 
Baca:Siswa Terdampak Bencana Disiapkan UN Khusus
 
Bantuan diberikan juga ke Posko relawan LLDikti, Wilayah III di SMKN 3 Pandeglang. Kordinator Posko, Imam Yuwono menyatakan rasa terima kasih, atas perhatian dunia kampus di Jakarta, yang datang ke Banten sebagai bentuk solidaritas, silaturahmi dan semangat berbagi.
 
Salah seorang pengungsi, Asman, 51 tahun warga Sumur menceritakan, pada saat peristiwa tsunami rumah yang ditempatinya roboh dihantam air laut dan melukai istrinya Sarnah 43 dan adik perempuannya Siti 35. "Bantuan yang datang dapat mengurangi beban, karena seluruh harta benda berikut rumahnya habis disapu tsunami," tutup Asman.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif