Tim Biopal FPIK UB.  UB/Humas.
Tim Biopal FPIK UB. UB/Humas.

Juarai Kompetisi Internasional Berkat Minyak Jelantah

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Daviq Umar Al Faruq • 15 Mei 2019 16:54
Malang:Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, kembali mendulang prestasi di ajang internasional. Prestasi kali ini diraih oleh tim dari mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB.
 
Mereka mengusung karya berupa produk biodiesel dari bahan baku limbah bernama Biopal dan berhasil meraih peringkat ke-3 dalam ajang International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCE) 2019 di Johor, Malaysia.
 
Tak hanya itu, tim dari UB juga meraih Bronze Medal dalam ajang International Invention and Innovative Competition Series I di Malacca, Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Anita Nurmulya Bahari, Muhammad Iqbal Hardyanto, dan Ade Nanda Meilya Ndari. Mereka menemukan biodiesel berbahan baku utama minyak jelantah yang diolah dengan limbah lainnya.
 
"Tim kami terus mencari dari berbagai sumber, seperti jurnal dan melakukan penelitian untuk mendapatkan jawaban bagaimana saya menggunakan semua bahan dari limbah agar menghasilkan biodiesel," kata Anita Nurmulya Bahari, salah satu anggota tim, di Malang, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Baca:Baru UNS dan UB Usulkan PTN-BH di 2019
 
Lewat kerja keras, tim mahasiswa FPIK tersebut akhirnya berhasil menciptakan biodiesel berbahan baku minyak jelantah, limbah serat tebu, dan cangkang kerang dara.
 
Proses yang dilakukan pertama minyak jelantah harus di retreatment menggunakan limbah serat tebu yang telah diolah menjadi bubuk. Lalu dicampur dengan minyak jelantah selama satu hingga dua hari.
 
Kemudian minyak jelantah tersebut dianalisis kandungan kimianya, seperti kandungan efek asam, dan lain sebagainya. Setelah itu akan ditemukan hasil, apakah kualitas minyak yang sudah dicampur naik atau tidak.
 
Sebab ada standar kandungan kimia untuk mengidentifikasi hasil diesel yang bagus, yaitu harus didapatkan hasil pH yang tidak asam tapi sedikit basa.
 
"Jadi fungsi dari retreatment minyak jelantah tersebut untuk memperbaiki kualitas Minyak jelantah yang akan diolah menjadi biodiesel. Pada tahap selanjutnya, hasil minyak yang lebih berkualitas ini akan diolah menjadi biodiesel," jelas Anita.
 
Di dalam kandungan biodiesel membutuhkan zat katalis yang bersifat basa kuat. Untuk mendapatkan katalis, mereka menggunakan proses kalsinasi (pemanasan benda padat tanpa atau hanya dengan sedikit udara atau oksigen).
 
Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang dara yang diproses dengan suhu tinggi sekitar 700-1.000 derajat celcius. Limbah cangkang ini akan menghasilkan bubuk kalsium oksida, yang kemudian dicampur dan pada akhirnya menghasilkan biodesel.
 
Biodiesel dari limbah ini selain murah, ramah lingkungan, bisa digunakan sebagai bahan bakar diesel, dan sebagai sumber penerangan. Anita dan timnya berharap ke depannya biodiesel karyanya dapat bermanfaat dan digunakan berkelanjutan.
 
"Ke depannya saya ingin biodesel ini bisa digunakan untuk komersil maupun untuk pengabdian kepada masyarakat. Terutama di daerah yang membutuhkan biodesel untuk penerangan maupun kebutuhan lainnya," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif