Mendikbud, Muhadjir Effendy (kanan) dan Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung (kiri), Kemendikbud/BKLM.
Mendikbud, Muhadjir Effendy (kanan) dan Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung (kiri), Kemendikbud/BKLM.

1.000 Guru SMK Dikirim ke Singapura

Pendidikan pendidikan
Intan Yunelia • 10 Januari 2019 16:25
Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengirimkan 1.000 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke Singapura.  Pengiriman guru ini untuk meningkatkan kapasitas guru SMK, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0.

"Kita targetkan seribu guru, khususnya SMK dapat belajar di sana tahun ini untuk meningkatkan kapasitas guru-guru, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Muhadjir Effendy di Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

Muhadjir saat pertemuan dengan Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung mengatakan, kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Singapura sudah terjalin cukup lama. Mulai dari  pertukaran pelajar hingga pelatihan guru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kita telah menjalin kerja sama yang baik setiap tahunnya, dan kita diskusikan kembali dengan Mendikbud RI untuk keberlangsungan kerja sama tersebut," ujar Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. Baca: Organisasi Profesi Guru Temui Moeldoko

Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud, Suharti mengatakan, selain pertukaran guru, tenaga ahli dan tenaga kependidikan dan berbagai informasi mengenai ilmu pendidikan, pertukaran kunjungan pejabat kedua negara ini juga berbagai informasi mengenai sistem pendidikan.

"Rata-rata kerja sama itu tiga sampai dengan lima tahun, tetapi harus terus diperpanjang. Nota kesepahaman untuk pendidikan secara umum terkait dengan perhatian terhadap guru dan tenaga kependidikan. Tidak hanya guru tapi juga kepala sekolah, dan pengawas. Termasuk juga bagian dari pelatihan guru," terang Suharti.

Kerja sama bilateral di bidang pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Singapura telah dilakukan peninjauan pada pertemuan kelompok kerja bersama kedua negara tanggal 6 - 7 November 2017 di Singapura. Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi fokus kerja sama, di antaranya, pengembangan bahasa, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan pendidikan anak usia dini, pengembangan pendidikan menengah (sister school dan student exchange), serta pengembangan pendidikan kejuruan.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi