Asyiknya Berlibur ke Luar Angkasa
Pengunjung melintasi bagian depan Gedung Planetarium Jakarta, Medcom.id - Husen Miftahudin
Jakarta:Liburan bukan alasan berhenti menggali ilmu pengetahuan. Banyak tempat wisata yang menawarkan edukasi, salah satunya Planetarium dan Observatorium Jakarta.

Planetarium merupakan gedung teater yang memeragakan simulasi susunan bintang dan benda-benda langit. Sembari berwisata, pengunjung juga bisa mengenal dunia astronomi karena melihat pergerakan benda-benda langit dan sejarah alam semesta. 


Tak sulit mencari lokasi Planetarium. Lokasinya tepat di jantung Ibu Kota dengan bentuk bangunan unik membuat wisatawan mudah menemukannya.

Lokasinya di Cikini, Menteng, tepatnya di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM). Atap bangunan terdiri dari empat kubah. Ukuran kubah berbeda-beda.

Kubah di tengah yang terbesar merupakan Planetarium, di sinilah pengunjung dapat menikmati pertunjukan benda-benda langit. Sementara tiga kubah kecil lainnya merupakan observatorium. Melalui kubah itu, pengunjung dapat melihat bintang melalui teleskop.

"Di Planetariumnya itu ada namanya pertunjukan bintang, yakni fenomena angkasa mulai dari sore hari sampe pagi hari. Jadi mulai jam 6 sore sampe jam 6 pagi itu seperti apa sih perjalanan bulan misalnya," jelas Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) Imam Hadi Purnomo saat berbincang denganMedcom.idbeberapa waktu lalu.


(Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) Imam Hadi Purnomo, Medcom.id - Husen Miftahudin)

Di bangunan paling depan di lantai paling atas observatorium, teleskop Asko ditempatkan. Sementara di bangunan tengah yang juga di lantai paling atas dan bersanding dengan bangunan planetarium, observatoriumnya berisi teleskop Takahashi yang sudah dioperasikan sejak 1983.

Sedangkan pada bangunan berlantai 4 layaknya menara di halaman belakang terdapat observatorium yang berisi teleskop Coude. Ketiga observatorium ini digunakan untuk pengamatan, baik secara visual maupun fotografi.

"Teropong-teropong (teleskop) yang kita punya untuk melihat fenomena langit pada saat-saat tertentu. Misalnya gerhana bulan, kemarin juga ada gerhana matahari total kita juga ada peneropongan. Kemudian kita juga melihat hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan Ramadan dan Lebaran, kita kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag)," tutur dia.

Bangunan Planetarium terlihat cukup tua. Maklum, bangunan bercat putih itu dibangun pada 1964 dan hanya beberapa kali dipugar. 

Setiap musim liburan sekolah, pengunjung Planetarium selalu membludak. Tapi jumlah penonton pertunjukan dibatasi maksimal 500 orang. Sementara ruang menonton hanya memiliki 350 kursi.


(Ruang pertunjukan di Planetarium Jakarta, Medcom.id - Husen Miftahudin)

"Jumlah kursi kan terbatas, hanya 350. Tapi kita tawarkan kepada pengunjung, kalau yang mau lesehan, silakan. Jadi kita bisa tambah 100-150 orang," ungkap dia.

Planetarium buka pada Selasa sampai Minggu. Setiap Selasa hingga Jumat hanya untuk pengunjung rombongan dengan jumlah pertunjukan dua kali dalam sehari, yakni pada pukul 09.30 WIB dan 13.30 WIB.

Sementara pada Sabtu dan Minggu untuk pengunjung perorangan atau umum. Jadwal pertunjukan umum pada pukul 10.00 WIB dan 14.00 WIB. Durasi pertunjukan selama 50-60 menit.

"Sedangkan pertunjukan bintang untuk hari libur nasional dan cuti bersama diselenggarakan tiga kali. Kita sudah mulai pemutaran pertama jam 10.00 WIB, yang kedua jam 14.00 WIB dan yang ketiga itu sekitar jam 15.00 WIB lewat," jelas Imam.

Selama pertunjukan, pengunjung diperkenalkan dengan berbagai benda langit. Mulai dari galaksi Bima Sakti, planet, rasi bintang, komet, hingga kebiasaan petani maupun nelayan mengandalkan langit sebagai petunjuk untuk pertanian maupun kelautan.


(Pengunjung mengantre memasuki ruang pertunjukan Planetarium, Medcom.id - Husen Miftahudin)

Harga tiket masuk Planetarium cukup terjangkau, itulah yang jadi alasan tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Untuk perorangan atau umum, anak-anak dengan usia 2 tahun hingga usia tingkat Sekolah Dasar (SD) dibebankan biaya tiket sebesar Rp7.000. Sedangkan untuk usia tingkat SMP hingga dewasa harga tiketnya sebesar Rp12.000.

Sementara harga tiket masuk untuk rombongan, bagi siswa dan mahasiswa dikenakan Rp5.000 per orang. dan bagi non pelajar dan umum dibebankan biaya tiket sebesar Rp10.000 per orang.

Bagi pengunjung rombongan, minimal 100 orang. Bila lebih, maka kelebihannya dihitung sesuai harga tiket masuk yang berlaku untuk rombongan. Bila kurang dari 100 orang, maka biaya yang dibebankan tetap sebanyak 100 orang.

Imam menuturkan, mekanisme pendaftaran bagi pengunjung rombongan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa lewat surel ke up_pkjtim@yahoo.co.id atau planetarium@jakarta.go.id. Bisa pula menelepon staf pendaftaran kunjungan di nomor 021-2305146/2305147.

"Biasanya pemesannya itu perwakilan sekolah datang ke Planetarium atau bersurat atau juga bisa lewat telepon, itu akan kita layani semua. Pokoknya kita memberi kemudahan," kata Imam.

Untuk lewat surat, rombongan yang akan berkunjung harus membuat surat permohonan kunjungan yang ditujukan kepada Kepala UP Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM. Surat diserahkan kepada staf pendaftaran kunjungan pada saat pendaftaran langsung di kantor Planetarium atau saat pengambilan tiket dan penyelesaian administrasi saat hari datang rombongan.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id