Kampus Jadi Tempat Pengembangan Bisnis Rintisan

inten Suhartien 12 Februari 2018 19:13 WIB
pendidikan
Kampus Jadi Tempat Pengembangan Bisnis Rintisan
Ilustrasi - Medcom.id
Jakarta: Tantangan utama pengembangan perusahaan rintisan atau startup di Tanah Air adalah pola pikir. Maka itu, pengembangan perusahaan startupharus dimulai dari kurikulum di pendidikan tinggi.

"Jadi bagaimana mahasiswa yang dididik begitu lulus tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi membuka lapangan pekerjaan," kata Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefudin seperti dilansir dari Antara, Jakarta.


Lulusan perguruan tinggi dituntut menjadi penggerak, bukan pengikut. Terlebih era digital kini sudah menyentuh setiap sendi kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, hingga pendidikan.

"Jangan sampai kita malah menjadi konsumen utama di era digital ini. Di sinilah para civitas academicaharus terbuka dengan perubahan zaman. Kita harus siap dengan paradigma baru," ujar dia.

Untuk itu perlu adanya upaya sistemik yang dimulai dari kurikulum perkuliahan. Dia menyebut di kampusnya, terdapat dua mata kuliah yang wajib diberikan untuk semua program studi selama tiga semester.

Pihak kampus juga bekerja sama dengan perusahaan nonprofit asal Amerika Serikat yang melakukan pembinaan terhadap perusahaan rintisan di Tanah Air.

"Dengan upaya yang sistemik, kami berharap akan semakin banyak lahir perusahaan rintisan yang berasal dari kampus. Saat ini sudah terdapat lima perusahaan rintisan di kampus yang mendapat bantuan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti)," katanya.

Saat ini, lanjut Asep, sekitar 10 persen dari lulusan UAI menjadi wirausahawan muda. Dia berharap dengan upaya sistemik mencetak wirausahawan muda dari bangku kuliah, maka bisa mencetak 20 persen dari wirausahawan muda dalam beberapa tahun ke depan.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id