Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Diduga Depresi Karena PJJ Daring, Siswi di Tangerang Meninggal Dunia

Pendidikan Virus Korona meninggal dunia Pembelajaran Daring
Citra Larasati • 18 November 2020 14:10
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang peserta didik di Kabupaten Tangerang berinisial ST karena diduga depresi. Siswi SMAN kelas 12 ini sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta Barat.
 
Keluarga menduga ST depresi karena banyaknya tugas belajar daring selama pandemi covid 19. Menurut sang ayah, selama pandemi covid 19, putrinya disibukan dengan tugas-tugas sekolah secara daring atau online. Ia melihat, waktu anaknya tersita dengan pola belajar online.
 
Jika keterangan yang diberikan orang tua terkait depresi sang anak karena PJJ daring valid dan benar, maka kematian anak selama PJJ di masa pandemi sudah mencapai empat anak. Yaitu siswi SDN (8 tahun) yang tewas karena kerap dianiaya orang tuanya karena sulit diajarkan PJJ daring, siswi SMAN di Gowa (Sulsel), dan siswa MTs di Tarakan (Kalimantan Utara) yang bunuh diri karena diduga depresi akibat PJJ, meski diakui Retno, faktor bunuh diri seorang anak tidak pernah tunggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil pemantauan terhadap pelaksanaan PJJ Fase pertama yang hanya berlangsung dari Maret-Juni 2020, peserta didik cenderung mampu mengatasi tekanan psikologis karena pembelajaran tatap muka (PTM) sempat dilakukan selama sembilan bulan. Selain itu, guru mata pelajaran, wali kelas dan teman-teman satu kelasnya masih sama dan mereka sudah sempat komunikasi aktif sebelumnya.
 
Sehingga sudah saling mengenal dan bisa saling membantu. Namun hasil pemantauan pada PJJ Fase kedua, anak-anak lebih sulit mengatasi permasalahan psikologis, sehingga berpengaruh pada kesehatan mental seorang anak atau remaja.
 
"Karena pada fase 2 ini, anak naik kelas dengan situasi yang berubah, wali kelasnya ganti, guru mata pelajarannya berbeda, dan kemungkinan besar kawan-kawan sekelasnya juga berbeda dari kelas sebelumnya. Sementara peserta didik belum pembelajaran tatap muka sejak naik kelas,” ujar Retno.
 
Retno menambahkan, pergantian kelas dengan suasana yang baru tanpa tatap muka, membuat anak-anak sulit memiliki teman dekat untuk saling berbagi dan bertanya. "Akibatnya, kesulitan pembelajaran ditanggung anak sendiri jika anak tersebut tidak berani bertanya kepada gurunya," terangnya.
 
Masalah ketidakmerataan akses terhadap fasilitas pendukung untuk pembelajaran daring maupun luring banyakk dialami anak yang sudah masuk usia sekolah. Peserta didik harus mempunyai sistem belajar sendiri, akibatnya ada anak tidak bisa mengatur waktu belajar, ada anak yang kesulitan memahami pelajaran, bahkan ada anak tidak memahami instruksi guru.
 
Baca juga: Guru Diminta Rajin Cek Psikologis Siswa Selama PJJ
 
Tidak dapat dipungkiri, pandemi ini juga dapat berdampak kepada aspek psikososial dari anak dan remaja di antaranya adalah perasaan bosan karena harus tinggal di rumah. Kemudian khawatir tertinggal pelajaran, timbul perasaan tidak aman, merasa takut karena terkena penyakit, merindukan teman-teman, dan khawatir tentang penghasilan orang tua.
 
Berikut rekomendasi KPAI terkait persoalan kesehatan mental siswa selama PJJ:
 
1. KPAI mendorong para Pengawas, Kepala Sekolah, Guru BK dan Wali Kelas,dan guru mata pelajaran membuat kesepakatan memberi perlindungan dan pemaafan dalam pengumpulan tugas. Bentuk perlindungan terhadap perserta didik bermasalah dalam PJJ, tugas yang diberikan seringan-ringannya baik dari segi KD ( Kompetensi Dasar) ataupun dari segi jumlah soalnya
 
2.KPAI mendorong pihak sekolah dan para guru mengurangi beban psikologis peserta didik dengan mengurangi beban tuntutan pengumpulan tugas. Untuk tugas yang sudah menumpuk dan terlanjur tidak dikerjakan di waktu yang lalu diputuskan diberikan pemaafan setelah peserta didik diberikan bimbingan dan pembinaan psikologis.
 
Setelah mental peserta didik dibina dan disiapkan untuk mengerjakan tugas yang baru di waktu yang akan datang, tugas itulah yang akan ditagih.
 
3. KPAI mendorong sekolah memberdayakan guru Bimbingan Konseling untuk membantu para siswanya yang mengalami masalah kesehatan mental selama masa pandemi covid-19
 
4.KPAI mendorong Kemendikbud untuk menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan serta Kemenag terhadap Kantor Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk memastikan agar mematuhi Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease ( Covid-19 ).
 
Selain itu juga Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI nomor 285 Tahun 2020 Tentang Upaya Pencegahan Virus Covid-19 Tentang Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah
 
5.KPAI mendorong Dinas Pendidikan di berbagai daerah untuk mewajibkan sekolah menerapkan Kepmendikbud No. 719/P/2020 tentang Pelaksanaan Kurikulum Darurat serta Keputusan Dirjen Pendidikan Islam nomer 279 Tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum Darurat pada Madarasah.
 
Kurikulum darurat akan meringankan beban belajar siswa, guru dan orang tua sehingga anak tidak stress. Kurikulum darurat memberikan penyederhanaan materi-materi esensial dan sekolah tidak diwajibkan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan.
 
6.KPAI mendorong Kemendikbud tidak hanya mervisi standar isi Kurikulum dengan mengurangi kompetensi dasar, namun harus juga merevisi standar penilaian dan standar lulusan. Karena kalau tidak direvisi, sekolah akan takut menggunakan Kurikulum darurat.
 
7. KPAI mendorong pemerintah daerah mulai merencanakan pembelajaran blended (campuran) antara PJJ dengan pembelajaran tatap muka (PTM), untuk itu politik anggaran mulai diarahkan membantu sekolah-sekolah menyiapkan infrastruktur dan protokol/SOP Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) disatuan pendidikan.
 
Membuka sekolah harus mengedepankan persiapan AKB demi melindungi kesehatan dan keselamatan Anak-anak.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif