Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Dok, Kemendikbud
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Dok, Kemendikbud

Nadiem Ucapkan Selamat Hari Santri Lewat Video Singkat

Pendidikan pesantren hari santri Nadiem Makarim
Citra Larasati • 23 Oktober 2020 00:49
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2020. Melalui video ucapan singkatnya yang berdurasi 36 detik tersebut, Nadiem juga memberikan wejangan untuk para santri di Tanah Air.
 
"Saya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional. Semoga adik-adik santri yang sedang menimba ilmu selalu menjadi kebanggaan orang tua, bangsa, dan agama," kata Nadiem dalam video yang diterima wartawan Kamis malam, 22 Oktober 2020.
 
Nadiem berpesan agarpara santri tidak melupakan akar budaya dan tradisi keilmuan yang diwariskan para pendahulunya. "Jadilah santri yang selalu ingat akar budaya. Ingat tradisi keilmuwan dan ingat untuk meneruskan ikhtiar para pendahulunya. Semoga kita dapat selalu bergerak bersama untuk mencapai Indonesia maju," ucap Nadiem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari laman NU (Nahdlatul Ulama) hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 pada 15 Oktober 2015. Penetapan ini merupakan supremasi perjuangan para santri dan ulama pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
 
Baca juga:Santri Dinilai Tulang Punggung NKRI
 
Saat itu NICA (Netherlands Indies Civil Administration) membonceng tentara Sekutu (Inggris) ketika hendak kembali menduduki Indonesia dalam Agresi Militer Belanda II pascakekalahan Jepang oleh Sekutu. Hal ini menunjukkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 bukanlah akhir perjuangan.
 
Justru perjuangan makin tidak mudah ketika bangsa Indonesia harus menegakkan kemerdekaan karena upaya kolonialisme masih tetap ada. Ulama pesantren sudah menyiapkan jauh-jauh hari kalau-kalau terjadi perang senjata saat Jepang menyerah kepada Sekutu.
 
Pendudukan Jepang atas Indonesia tergoyang ketika mereka kalah perang dengan tentara sekutu. Seketika itu pula mereka berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kekuatan perangnya dengan melatih para pemuda Indonesia secara militer guna berperang melawan sekutu.
 
Para pemuda dimaksud tidak lain adalah para santri. Karena sudah mempunyai kesepakatan diplomatik dengan KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai Ketua Jawatan Agama (Shumubu) yang diwakilkan kepada anaknya KH Abdul Wahid Hasyim, Nippon menyampaikan gagasannya itu kepada Kiai Hasyim.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif