Ilustrasi. Foto: Media Indonesia.
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia.

Dosen IPB Paparkan Faktor Utama Ancaman Krisis Pangan

Pendidikan pangan ketahanan pangan Pendidikan Tinggi IPB
Antara • 27 Oktober 2020 10:38
Jakarta: Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (MSP-FPIK) IPB University Fredinan Yulianda mengatakan ancaman krisis pangan tidak secara tiba-tiba akan datang menimpa bangsa Indonesia. Ada tiga faktor utama yang menentukan ancaman krisis pangan.
 
"Faktor pertama terkait pelaku. Pelaku yang memanfaatkan kawasan perairan tawar, pesisir dan laut untuk melakukan eksploitasi sumber daya perikanan," ujar Fredinan melansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Pakar bidang pengelolaan sumber daya perairan itu menjelaskan, pelaku sekaligus pengguna yang berkontribusi terhadap krisis pangan melalui perilaku eksploitasi yang merugikan sumber daya dan lingkungan. Selain itu, perilaku pemilihan jenis komoditi yang tendensius, jumlah yang tidak terkontrol (melebihi daya dukung) yang terlihat dari indikator jumlah tangkapan semakin menurun dan ukuran semakin kecil, dan pemilihan kawasan yang tidak berbasis distribusi spasial (ruang) yang seimbang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini dapat menimbulkan penurunan kualitas lingkungan dan stok sumberdaya perikanan sehingga kemampuan alam untuk mempertahankan kondisi optimal terhambat," tambah dia.
 
Faktor lainnya adalah suplai sumber daya perikanan. Ini terkait dengan kemampuan alam untuk menyediakan stok populasi sumber daya secara maksimal. Saat ini, kata dia, kemampuan alam sudah mulai menurun seiring dengan terjadi penurunan kualitas lingkungan dan kemampuan resiliensi ekosistem atau populasi.
 
Baca:Kemenko PMK Minta Sosialisasi Asesmen Nasional Segera Dilakukan
 
Hal itu menyebabkan ketersediaan sumber daya perikanan di alam mulai terganggu dan mengalami penurunan yang signifikan sehingga suplai sumber daya perikanan mengalami penurunan.
 
Indikator suplai yang terganggu dapat dilihat dari hasil tangkapan nelayan dan kondisi ikan di pasar ikan. Terdapat diversifikasi jenis komoditi perikanan dari jenis unggulan bergeser ke jenis non unggulan, jumlah tangkapan tidak sebanyak masa lampau, ukuran ikan makin mengecil, serta kualitas daging menurun. Antara lain, faktor pencemaran lingkungan.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif