Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi

Mayoritas Guru Setuju Jalani 'Swab Test' Sebelum PTM Januari 2021

Pendidikan Virus Korona sekolah Pembelajaran Daring Pembelajaran Tatap Muka
Ilham Pratama Putra • 03 Desember 2020 19:39
Jakarta: Sebanyak 66,3 persen dari 320 guru dan kepala sekolah di 100 kabupaten atau kota dari 29 provinsi yang menjadi responden dalam survei Perhimpunan untuk Pendidikan Guru (P2G) menyatakan siap menjalani swab test sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Januari 2021. Hal ini guna memastikan bahwa seluruh warga sekolah yang mengikuti sekolah tatap muka negatif covid-19.
 
"Sebanyak 66,3 persen guru menyatakan setuju dan sangat setuju untuk dites swab sebelum PTM dilakukan. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan betul bahwa guru dan warga sekolah lainnya negatif dari covid-19," kata Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan Guru (P2G), Satriwan Salim dalam Webinar Evaluasi PJJ tahap dua dan kesiapan guru dalam PTM Januari 2021, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Tes Swab juga bermanfaat sebagai alat pencegahan penyebaran covid-19 secara dini sebelum PTM dimulai Januari 2021. Dengan begitu, pelaksanaannya PTM pun diharapkan bisa berjalan lancar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun demikian, terdapat 15,9 persen guru yang ragu-ragu, 13,4 persen guru kurang setuju dan sisanya menolak swab test. Persentase itu muncul diduga kuat karena kekhawatiran guru tentang sumber biaya tes usap yang belum jelas dari mana.
 
"Jika mengeluarkan biaya sendiri, tentu biayanya relatif lebih besar. Dari mana, swab saja sekitar Rp1,5 juta, bahkan ada yang Rp 2 juta. Duit dari mana, gaji aja yang honorer berapa," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda juga meminta agar pemerintah daerah atau pemerintah pusat menyediakan anggaran khusus untuk pelaksanaan swab test tersebut. Jangan lagi menyerap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
Baca juga: Swab Test Sebelum PTM, Komisi X: Jangan Pakai Dana BOS
 
"Tidak bisa, dan tidak juga bisa dipaksakan menggunakan dana BOS. Juga secara hitungan pun dana BOS untuk dana swab enggak mungkin. Harus disuarakan bahwa butuh skema bantuan di luar dana BOS," tutup Huda.
 
Survei dilakukan selama empat hari, yakni dari sejak 24 sampai 27 November 2020. Survei dilakukan di 100 kabupaten dan kota pada 29 provinsi seluruh Indonesia.
 
Sebanyak 48,8 persen guru dan kepala sekolah berasal dari jenjang SMA, 30,6 persen di antaranya dari jenjang SMP/MTs, dan SD, Madrasah dan PAUD 43,6 persen. Guru dan kepala sekolah ini mengajar pada zona merah sebesar 35,3 persen, 27,5 persen zona kuning, lalu zona oranye 17,8 persen, dan zona hijau 15,9 persen.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif