Anugerah Kihajar 2020. Tangkapan layar.
Anugerah Kihajar 2020. Tangkapan layar.

65 Ribu Peserta Ikuti Kompetisi TIK Anugerah Kihajar 2020

Pendidikan teknologi Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah PAUD
Ilham Pratama Putra • 04 Desember 2020 20:51
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan kompetisi teknologi informasi komunikasi (TIK). Sekitar 65 ribu peserta yang merupakan guru dan siswa dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA dan SMK mengikuti kompetisi dari acara Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2020 ini.
 
"Kegiatan Kihajar dikuti sebanyak 65.555 siswa dari dalam maupun luar negeri dengan berbagai jenjang," kata Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Intformasi (Pusdatin), Muhammad Hasan Chabibie, dalam taklimat media Anugrah Kihajar, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Anugerah Kihajar 2020 ini berisikan kompetisi Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) dan Membuat bahan TIK (MembaTIK). Kompetisi ini sekaligus menjadi wadah bagi siswa, guru, dan masyarakat pendidikan dalam meningkatkan kompetensi TIK mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasan mengatakan, pandemi covid-19 tidak menyurutkan minat peserta Anugrah Kihajar yang telah dimulai dari tahun 2006 itu. Buktinya jumlah peserta naik signifikan jika dibandingkan pada tahun 2019.
 
"Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai 28.624 peserta," terang Hasan.
 
Baca: Kewirausahaan Jadi Aktivitas Utama di Kampus Merdeka
 
Lebih lanjut, para peserta yang ikut diseleksi secara ketat. Dari ribuan peserta yang ikut itu hanya dipilih paling banyak 10 finalis dan lima diantaranya bakal diganjar hadiah dari Kemendikbud pada malam penganugerahan Kihajar 2020.
 
Selain untuk para siswa, Anugrah Kihajar juga diikuti oleh 70.312 guru untuk kompetisi Membuat bahan TIK (MembaTIK) yang terdiri dari beberapa kategoi, yakni perlombaan seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, game edukasi, augmented reaity (AR) dan motion grafik.
 
Selain itu, masih untuk guru, terdapat pula lomba Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) untuk peningkatan kompetensi. Diantaranya literasi, implementasi, kreasi dan berbagi.
 
"Total hadiah untuk semua kategori itu disediakan lebih dari 408 juta ya. Dan juga untuk MembaTIK dan PembaTIK juga mendapatkan hak cipta menjadi salah satu manfaatnya," tutupnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif