Mendikbudristek Nadiem Makarim. Tangkapan layar.
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Tangkapan layar.

Nadiem Minta Mahasiswa Cepat Beradaptasi dengan Perubahan Global

Pendidikan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim Kampus Merdeka Merdeka Belajar Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 15 Juni 2021 13:18
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan bahwa program Merdeka Belajar merupakan alat agar pelajar hari ini mampu menghadapi tantangan zaman. Tantangan hari ini tak bisa lagi dihadapi dengan metode yang digunakan orang tua terdahulu.
 
"Apalagi saat ini perubahan global terjadi sangat cepat dan tidak terduga. Jadi tantangan yang kita hadapi berbeda dengan apa yang dihadapi orang tua kita, atau yang kita hadapi di masa lalu," kata Nadiem dalam Festival Kampus Merdeka 2021 secara daring, Selasa 15 Juni 2021.
 
Nadiem pun meminta agar seluruh pihak bersiap untuk menciptakan inovasi di dunia pendidikan. Bahkan tak cuma satuan pendidikan, sektor industri juga mesti terlibat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berani mencari cara-cara baru untuk bersama-sama menghadapi tantangan dan mewujudkan visi dan misi SDM unggul," tambahnya.
 
Baca: Jokowi Minta Mahasiswa Asah Kemampuan Berwirausaha
 
Nadiem mengatakan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pihaknya memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar diluar prodi pilihan dan diluar kampus selama tiga semester. Hal ini sebagai salah satu cara agar mahasiswa Indonesia dapat lebih maju dan beradaptasi dengan dunia kerja dan dunia industri yang nyata.
 
"Mereka bisa menjadi tenaga pengajar untuk membantu ibu dan bapak guru di SD maupun di SMP serta ikut program pertukaran dengan mahasiswa dari daerah atau pulau lain di Indonesia, bahkan dari luar benua," tambahnya.
 
Selanjutnya program Kampus Merdeka Vokasi juga dapat menjadi alat kemajuan SDM unggul. Program tersebut menghadirkan dua transformasi utama pendidikan tinggi vokasi, yaitu program SMK 2 jalur cepat dan peningkatan program studi D3 menjadi sarjana terapan D4.
 
"Keduanya dirancang untuk lebih mengintegrasikan pendidikan tinggi vokasi dengan dunia kerja. Sehingga pelajar mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dalam bidang yang benar-benar diminati dengan waktu yang jauh lebih singkat," tutup Nadiem.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif