Ilmuwan Diaspora Nottingham University, Bagus Muljadi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Ilmuwan Diaspora Nottingham University, Bagus Muljadi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Perpeloncoan Kerap Makan Korban, Ini Asal Muasalnya

Pendidikan Kekerasan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi UNS
Ilham Pratama Putra • 27 Oktober 2021 20:02
Jakarta: Perpeloncoan yang diwarnai dengan kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi masih terus terjadi. Terbaru salah seorang Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Gilang Endi Saputra, tewas karena diduga mendapatkan kekerasan saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (diklatsar) Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS.
 
Ilmuwan Diaspora Nottingham University, Bagus Muljadi menjelaskan asal usul perpeloncoan atau hazing. Budaya itu, kata dia, mulanya kerap ditemui di lingkungan militer hingga klub olahraga.
 
"Hazing adalah transaksi yang dilakukan oleh individu yang ingin bergabung dalam suatu kelompok. Penyiksaan mental dan fisik yang diderita dapat dilihat sebaagi sebuah 'upeti' yang diberikan oleh anak muda dalam upayanya beranjak dewasa," kata Bagus kepada Medcom.id, Rabu, 27 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kata Bagus, praktik ini telah budaya dengan sejarah panjang sejak zaman Yunani purba dan akhirnya termanifestasi di negara-negara barat. Tujuan dari penyiksaan itu adalah untuk menumbuhkan persaudaraan atau relationship through shared vulnerability.
 
Agar berhasil, hazing sangat bergantung kepada submission to authority. Ketika seorang anggota baru ingin masuk ke dalam sebuah kelompok, dia harus mendemonstrasikan kepatuhan mutlak kepada otoritas.
 
"Elemen persaudaraan yang kemudian timbul sangat dibutuhkan dalam situasi situasi kritikal seperti didalam medan peperangan bahkan pertandingan olahraga juga bisa disebut sebuah peperangan," tuturnya.
 
Baca juga:  Diklat Menwa Berujung Maut, UNS Masih Tunggu Hasil Autopsi Polisi
 
Karena itu kata dia perpeloncoan tak hanya hadir di Indonesia. Namun juga sempat ditemukan di sekolah maupun klub olahraga universitas di Inggris.
 
"Di Inggris, perpeloncoan sudah dilarang. Biasanya mahasiswa baru yang ingin bergabung dalam klub olahraga dipaksa untuk minum alkohol secara eksesif. Hal ini sudah dilarang di universitas-universitas Russell Group," pungkasnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif