Mahasiswi Unair Putri Fadhilah Arman memilih tidak mudik. DOK Unair
Mahasiswi Unair Putri Fadhilah Arman memilih tidak mudik. DOK Unair

Jauh dari Orang Tua, Putri Temukan Kehangatan Idulfitri di Rumah Nenek

Renatha Swasty • 25 Maret 2026 20:03
Ringkasnya gini..
  • Putri memilih tidak mudik karena singkatkan kalender akademik.
  • Putri menghabiskan Lebaran di rumah nenek bersama dua sepupunya yang juga tidak pulang mudik.
  • Putri berharap kesehatan seluruh anggota keluarga agar bisa berkumpul kembali di masa mendatang.
Jakarta: Mahasiswi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair), Putri Fadhilah Arman, mesti menunda pulang ke rumah di Hari Raya Idulfitri 2026. Hal ini karena tertunda jarak ribuan kilometer dan singkatnya kalender akademik. 
 
Mahasiswi program studi Pengobat Tradisional (Battra) angkatan 2025 asal Kota Tanjung, Kalimantan Selatan ini memilih tidak mudik. Di tengah rindu kepada keluarga besar di Kalimantan Selatan, dia menemukan kehangatan di kediaman sang nenek di Ngawi.
 
Alih-alih menghabiskan waktu di perjalanan menuju Kalimantan, Putri memilih menuju rumah nenek dari pihak ayahnya di Ngawi, Jawa Timur. Di sana, suasana hari kemenangan tetap terasa hidup meski jauh dari orang tua. 

Putri tidak sendirian dalam situasi ini. Ia ditemani dua orang sepupunya yang juga merupakan mahasiswa perantau di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
 
“Merayakan (Lebaran) bareng nenek dan dua sepupu yang sama-sama tidak pulang karena libur kuliah cuma sebentar,” ungkap Putri. 
 
Kebersamaan antar sepupu sesama perantau ini menjadi pelipur lara di tengah absennya mereka dari rumah orang tua masing-masing. Sama seperti Putri, kedua sepupunya juga terganjal durasi libur yang terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah masing-masing. 
 
Kebersamaan antar sepupu ini menjadi pelipur lara sekaligus penguat mental di tengah absennya mereka di rumah orang tua di hari lebaran. Mereka memilih saling menjaga dan merayakan Idulfitri dengan penuh kesederhanaan namun tetap bermakna di bawah atap rumah sang nenek.
 
Meski telah menemukan tempat bernaung sementara, Putri tidak menampik adanya rasa kehilangan suasana khas tanah kelahirannya. Di Kota Tanjung, kediaman keluarga Putri biasanya menjadi titik tempat seluruh sanak saudara berkumpul. 
 
Tradisi sungkeman yang khidmat, aroma masakan khas Kalimantan, hingga ramainya kunjungan tetangga menjadi kepingan memori yang paling ia rindukan tahun ini.
 
Meskipun harus melewatkan keramaian di rumah asalnya, Putri tetap bersyukur bisa menjalankan tradisi tersebut bersama nenek dan sepupunya di Jawa. Baginya, esensi Idulfitri tidak berkurang meski lokasi perayaannya berpindah dari Kalimantan ke Jawa Timur.
 
Di momen ini, Putri berharap kesehatan seluruh anggota keluarga agar bisa berkumpul kembali di masa mendatang. “Harapannya, keluarga diberi kesehatan dan bisa bertemu di lebaran tahun-tahun berikutnya,” harap Putri. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan