Ilustrasi. Foto: UNS/Humas
Ilustrasi. Foto: UNS/Humas

Dokter Muda UNS Siap Turun Jadi 'Relawan Korona'

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 23 Maret 2020 14:50
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) telah menyiapkan 55 lulusannya untuk menjadi relawan dalam penanganan virus korona atau coronavirus disease (covid-19). Dokter muda ini bakal diterjunkan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Jawa Tengah.
 
"Sekarang yang sudah mendaftar dari UNS jumlahnya 55 dokter. Mereka ini dokter yang baru lulus tapi belum bekerja," kata Dekan FK UNS, Reviono kepada Medcom.id, Senin, 23 Maret 2020.
 
Baca juga:Nadiem Undang Mahasiswa Jadi Relawan Pencegah Korona

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk mahasiswanya yang tengah menjalankan koas atau co-assistant dokter rumah sakit tidak diperkenankan menjadi relawan. Sebab tugas relawan juga akan melakukan screening.
 
"Kan kalau di lapangan (rumah sakit) juga ada screening, mencari kasus kepada mereka yang pernah kontak, jadi diserahkan pada 55 dokter tadi," tambah dia.
 
Sementara itu, UNS juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar relawan UNS itu diberikan Alat Pelindung Diri (APD). Kesiapan APD menjadi prioritas UNS dalam menurunkan relawannya.
 
Baca juga:Mahasiswa 'Relawan Covid-19' Tidak Tangani Pasien Langsung
 
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam menyebutkan tugas relawan mahasiswa difokuskan untuk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Mahasiswa bakal mengambil peran sebagai call center di rumah sakit.
 
"Misal di call center, tracking, screening, dan sebagainya. Tidak untuk menangani pasien langsung," jelas Nizam.
 
Sebelumnya,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengundang mahasiswa tingkat akhir yang kuliah di bidang kesehatan untuk menjadi relawan pencegahan Virus Korona. Para relawan ini nanti akan fokus untuk melakukan edukasi, pencegahan dan pengendalian pandemik Korona.
 
Nadiem mengatakan, dalam situasi darurat seperti ini generasi muda Indonesia bisa ikut andil untuk negara, dengan menjadi pahlawan medis. Meski begitu ia menegaskan, ini merupakan gerakan sukarela.
 
"Ini adalah gerakan sukarela. Negara membutuhkan pahlawan-pahlawan medis yang berjuang bersama demi masyarakat,” kata Nadiem dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.a

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif