PPDB di Depok. Foto: MI/Barry Fathahillah
PPDB di Depok. Foto: MI/Barry Fathahillah

PPDB 2020

Legislator: Meniadakan Jalur Prestasi di PPDB Bisa Jadi Opsi

Pendidikan Virus Korona PPDB
Muhammad Syahrul Ramadhan • 31 Maret 2020 09:09
Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih menilai, usulan Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk meniadakan Jalur Prestasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 merupakan opsi yang dapat dipertimbangkan. Fikri juga menyodorkan kepada pemerintah dua opsi lainnya, yakni penundaan PPDB atau PPDB Daring jika tetap memilih digelar sesuai jadwal.
 
Namun menurutnya, ketiga opsi tersebut dapat diputuskan sambil menungguperkembangan aktual penyebaran covid-19 di Indonesia.“Usulan IGI boleh saja jadi opsi, tapi tentu akan melihat kondisi aktual nanti. Sebab sebelumnya, atas usulan dan protes sejumlah pihak pula, maka Mendikbud sudah mengubah aturan (kuota) jalur prestasi,” jelas Fikri kepadaMedcom.id, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Sebelumnya, Ikatan Guru Indonesia (IGI) meminta Kemendikbud untuk menghapus jalur prestasi khusus pada PPDB 2020. Usulan ini muncul untuk mengurangi beban siswa dan orang tua di tengah pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penggunaan jalur prestasi sangat berpotensi membuat orang tua mengalami stres dalam kondisi pendemi covid-19," kata Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim, dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2020.
 
Baca juga:IGI Minta Hapus Jalur Prestasi PPDB di Tengah Korona
 
Sedangkan terkait opsi penundaan jadwal PPDB, kata Fikri, hal tersebut juga memungkinkan untuk dilakukan. Sebelumnya, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi juga menunda pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sampai waktu yang belum ditentukan.
 
“Kemungkinan PPDB bisa diundur sebagaimana juga SBMPTN, karena suasana yang belum memungkinkan,” kata Fikri.
 
Lebih lanjut, Fikri mendorong agar PPDB digelar secara daring untuk menghindari orang tua dan siswa berkumpul dalam sekolah jika ingin dilaksanakan sesuai jadwal. PPDB secara daring sendiri memang merupakan harapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
 
Hal itu tertuang dalam Surat Edaran nomor 4 tahun 2020, disebutkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.
 
“Kalau dengan daring kemungkinan bisa tetap sesuai jadwal. Kalau melihat SE Mendikbud maka diharapkan online bukan fisik hadir ke sekolah yang dituju,” ujarnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif