Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: YouTube
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: YouTube

Seluruh SMK dan Perguruan Tinggi Boleh Praktikum Tatap Muka

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Ilham Pratama Putra • 07 Agustus 2020 19:26
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akhirnya memperbolehkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi di seluruh zona covid-19 untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Namun, pembukaan sekolah tersebut hanya untuk pembalajaran yang bersifat praktikum.
 
"Bukan pembelajaran teori, hanya praktik. Yaitu pembelajaran produktif yang harus menggunakan mesin-mesin," kata Nadiem dalam Webinar Penyampaian Penyesuaian Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri dan Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, Jumat 7 Agustus 2020.
 
Terlebih jika pembelajaran praktik itu berkaitan dengan penentuan kelulusan siswa. Sisanya, kata Nadiem, pembelajaran teori di zona oranye dan merah harus tetap menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembelajaran teori dan mata pelajaran teori harus di lakukan dengan PJJ," tegas Nadiem.
 
Hal ini juga berlaku pada perguruan tinggi yang memiliki perkuliahan yang bersifat praktikum. Nadiem memberi izin, meski perguruan tinggi tersebut berada di zona oranye maupun merah covid-19.
 
"SMK dan perguruan tinggi di semua zona boleh melakukan pembelajaran praktikum di lingkungan sekolah atau kampus," lanjutnya.
 
Baca juga:Nadiem: Sekolah di Zona Kuning Boleh Dibuka
 
Bagi Nadiem, kebutuhan pelajar untuk melakukan kegiatan praktikum sulit dibatasi. Terlebih pembelajaran praktik itu sendiri sangat berpengaruh terhadap kompetensi pelajar.
"Ini agar masing-masing kompetensi lulusan SMK dan perguruan tinggi kita itu terjaga. Agar tidak terdampak pada masa depan mereka dan ini harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," tandas Nadiem.
 
Saat ini terdapat 276 kabupaten/kota atau 43 persen peserta didik yang berada di zona hijau dan kuning di seluruh Indonesia. Sedangkan, yang berada di zona merah dan oranye sebanyak 57 persen dari peserta didik atau 238 kabupaten/kota.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif