Ilustrasi: Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi: Foto: MI/Arya Manggala

Pekan Depan, Jatim Uji Coba Kelas Tatap Muka SMA/SMK

Pendidikan Virus Korona sekolah Kenormalan Baru
Amaluddin • 10 Agustus 2020 21:46
Surabaya: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bakal melakukan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat SMA/SMK sederajat pada 18 Agustus 2020. Kebijakan ini dilakukan lantaran banyak kendala dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
 
"Misalnya keterbatasan sarana prasarana pada keluarga yang tidak mampu. Sehingga mereka harus pinjam ponsel ke tetangganya. Ada juga yang punya ponsel satu bapaknya saja, tapi anaknya banyak butuh PJJ," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim, Wahid Wahyudi, di Surabaya, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Sejumlah kendala yang ditemukan di antaranya jaringan internet yang terbatas di beberapa wilayah, dan masih ada yang gagap teknologi. Pertimbangan lainnya, siswa SMA/SMK sederajat dinilai mampu melaksanakan protokol kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa) dalam hal ini sudah mengeluarkan surat, dan hari ini diterima sekolah beserta teknisnya dari surat kepala dinas," ujarnya.
 
Wahid menambahkan, melalui surat edaran Pemprov Jatim, cabang dinas dan kepala sekolah akan diminta untuk koordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19. Sebab, pelaksanaan pembelajaran tatap muka harus atas persetujuan Satgas Covid-19.
 
"Sarana prasarana juga harus disiapkan, mulai dari alat cuci tangan, disinfektan dan lainnya. Tempat ibadah juga harus diperhatikan, jangan sampai alat ibadah seperti sajadah digunakan bergantian," ujarnya
 
Wahid juga meminta siswa dan gusu menjaga jarak dengan tidak berkeliling di kelas. Sementara untuk kantin, diminta tutup dan siswa membawa bekal makanan.
 
Baca: Siswa SMP di Kupang Belajar Tatap Muka di Rumah
 
"Ada tugas double untuk pihak sekolah karena pertama ada siswa yang tidak diizinkan masuk sekolah oleh orang tua. Selanjutnya sekolah harus menyiapkan belajar tatap muka dan PJJ. Pelaksanaannya akan dilakukan dua minggu dan akan dievaluasi," kata Wahid.
 
Jika berjalan dengan baik, pada awal September, skema pembelajaran tatap muka yang menjadi percontohan nasional ini akan dikembangkan lebih besar lagi. Wahid menjelaskan, kebijakan uji coba bisa dilakukan kecuali di zona merah. Untuk yang zona orange, diperkenankan secara bergiliran masing-masing kelas 25 persen dari total rombongan belajar.
 
"Jadi jika sekelas ada 36 siswa, maka saat uji coba hanya sembilan siswa yang masuk. Sementara untuk zona hijau bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan 50 persen siswa masuk," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif