Guru tengah mengajarkan siswa di muka kelas. Foto: MI/Bary Fathahilah
Guru tengah mengajarkan siswa di muka kelas. Foto: MI/Bary Fathahilah

Asesmen Harus Dibarengi Perbaikan Kultur Belajar

Pendidikan Ujian Nasional
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Desember 2019 19:15
Jakarta:Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno menegaskan Asesmen Kompetensi Minimum yang akan menggantikan Ujian Nasional (UN) nanti bukan hanya sekadar memperbaiki sistem asesmen yang sekarang. Tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan kultur belajar di sekolah.
 
"Jadi asesmen hanya memberikan cermin saja. Apa yang kurang di sekolah. Yang utama bukan bercerminnya, mengukurnya, tapi yang utama setelah bercermin diukur untuk memperbaiki keadaan," kata Totok di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Senin, 23 Desember 2019.
 
Nantinya yang mengeksekusi hasil asesmen tersebut adalah sekolah. Kemendikbud kata Totok membantu dengan kebijakan yang memudahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebutuhannya jelas bukan petunjuk, karena jenisnya banyak sekolah, setiap sekolah memiliki persoalan beragam. Harus melakukan perbaikan itu sekolah. Pemerintah hanya memberikan garis besar, yang sifatnya umum, berlaku untuk semua sekolah," terangnya.
 
Nantinya hasil asesmen tidak hanya angka-angka, tetapi juga berupa laporan diagnostik. Apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan, serta apa yang harus ditingkatkan.
 
"Tidak hanya angka. Angka hanya sambilan saja, tapi ada yang didiagnosis," terangnya.
 
Sebelumnya, bentuk 'rapor' Asesmen Kompetensi Minimum yang digadang-gadang akan menggantikan UN di 2021 tidak hanya sekadar berwujud deretan angka. Tetapi juga berisi rapor hasil diagnostik, apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan, serta apa yang harus diperbaiki.
 
"Jadi,item sekali, sehingga sekolah mendapatkan feedbackmana yang harus diperbaiki, mana yang sudah kuat ditingkatkan. Jadi bentuknya enggak hanya angka. Tetapi rincian laporan diagnostik yang bisa digunakan sekolah untuk melakukan perbaikan," terang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno kepada wartawan di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif