Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

Budaya Baca Guru Momok bagi Sistem Pengganti UN

Pendidikan Ujian Nasional
Intan Yunelia • 12 Desember 2019 10:33
Jakarta: Budaya baca guru yang masih rendah menjadi momok dalam menerapkan sistem asesmen kompetisi yang menjadi pengganti ujian nasional (UN) untuk menilai siswa. Pasalnya, sistem bernama Asesmen Kompetisi Minimum dan Survei Karakter ini membutuhkan kemampuan nalar guru.
 
Ketua Dewan Pengawas Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan sistem asesmen sulit diterapkan karena sistem pembelajaran selama 25 tahun terakhir tidak berubah. Lebih mengedepankan hafalan, bukan nalar dan budaya baca.
 
"Mayoritas guru di Indonesia tidak memiliki budaya baca, apalagi menulis," kata Retno di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


FSGI menyarankan pemerintah lebih mengedepankan penyerataan kualitas guru. Apalagi guru adalah ujung tombak perubahan.
 
"Jika guru berkualitas, maka siswanya pasti berkualitas. Sekolah juga pasti berkualitas. Jadi, kuncinya di guru. Benahi (dulu kualitas) guru dan bangun kapasitasnya dengan tepat," ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan ini.
 
Retno meyakini penghapusan UN diarahkan untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Tetapi, ia menyarankan tak dilakukan menyeluruh. Cukup diambil sampel di lokasi tertentu sekadar mengukur kualitas pendidikan.
 
"Tidak harus setiap tahun, tidak harus setiap sekolah, bahkan tidak harus setiap anak di jenjang tersebut diuji semua mata pelajaran," tutur Retno.
 
Sistem Asesmen Kompetisi Minimum berisi kombinasi dari berbagai variasi model soal. Mulai esai hingga pilihan benar atau salah.
 
"Variasinya banyak. Kombinasi antara esai, pilihan benar dan salah, mengurutkan, rearrange (mengurutkan ulang), juga jawaban pendek. Tidak hanya satu jawaban," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019.
 

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif