Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Dody Taruna. DOK Unair
Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Dody Taruna. DOK Unair

Hati-hati Berendam Air Panas Setelah Gym Berpengaruh Negatif pada Kesuburan Pria

Pendidikan penelitian Olahraga UNAIR
Renatha Swasty • 28 April 2022 20:40
Jakarta: Tren berendam dengan air hangat setelah olahraga berat seperti gym tengah populer. Tapi, rupanya berendam air panas setelah gym berlebihan berpengaruh negatif pada kesuburan pria.
 
Hal ini dipaparkan oleh mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Dody Taruna saat menyampaikan disertasi untuk mendapatkan gelar doktornya.
 
“Karena kebanyakan orang menyebutkan dampak positifnya seperti relaksasi. Kami ingin tahu, apakah ini benar memberikan kenyamanan. Setelah kami teliti, ternyata bukan memberikan kenyamanan, malah memberikan dampak negatif jangka panjang yang berkaitan dengan kesuburan organ reproduksi,” kata Dody dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam disertasinya, Dody menggunakan 44 ekor tikus sebagai objek penelitian. Tikus tersebut terbagi menjadi empat kelompok.
 
Kelompok kontrol (kelompok K0), kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan olahraga tetapi mendapat paparan panas pada akhir minggu ke-4 (kelompok K1), kelompok yang mendapat intensitas tinggi perlakuan olahraga dan paparan panas pada akhir minggu ke-4 (kelompok K2), dan  kelompok yang menerima perawatan dengan olahraga intensitas tinggi tanpa paparan panas di akhir minggu ke-4 (K3).
 
Terdapat perbedaan kadar HIF-1α, testosteron, TNFα pada tikus putih jantan yang terkena panas setelah olahraga dibandingkan dengan tikus putih jantan yang tidak terkena panas setelah olahraga. Sedangkan kadarnya tidak ada perbedaan yang signifikan kualitas HSP-70, SOD, MDA, dan spermatozoa.
 
Analisis menggunakan SEM-PLS, signifikan didapatkan hasil dari aktivitas fisik terhadap kadar TNFα (p=0,001), aktivitas fisik terhadap MDA level (p=0,043), aktivitas fisik hingga level SOD (p=0,017), dan level SOD hingga level MDA(p=0,001).
 
Setelah 72 jam, mencit tersebut diperiksa. Hasilnya, meskipun setelah tiga hari berlalu, dalam tubuh mencit ditemukan TNF-α yang berkeliaran. Ini lah yang secara langsung berpengaruh pada penurunan kualitas testosteron.
 
Dody menyarankan seorang memberikan jeda antara pemanasan satu dalam artian olahraga dengan pemanasan lain seperti berendam. Sebab, secara teori, pajanan panas ini memengaruhi HSP-70 yang menyebabkan penurunan kualitas testosteron.
 
Dody juga menemukan hal unik dalam penelitian ini. Subjek yang melakukan olahraga, kualitas testosteronnya lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan perlakuan.
 
Dia menyebut olahraga yang memberikan pemanasan tubuh tentu boleh dilakukan. Namun, tidak berlebihan dan harus tetap terukur waktu kemampuan dan intensitasnya.
 
“Jangan karena seneng dihajar saja yang penting olahraga. Benar tubuh fit, tapi jangka panjang reproduksi terganggu kan masa depan suram,” kata dia.
 
Baca: Tikus Sering Dijadikan Hewan Percobaan dalam Penelitian, Ini Alasannya
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif