Ilustrasi kuliah. Medcom.id
Ilustrasi kuliah. Medcom.id

KBRI Beijing Upayakan Bagun Pusat Bahasa dan Inovasi di 6 Perguruan Tinggi Indonesia

Renatha Swasty • 28 Juni 2022 21:22
Jakarta: KBRI Beijing mengupayakan pendirian Pusat Bahasa dan Inovasi di enam perguruan tinggi Indonesia. Keenamnya, yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), London School of Public Relations (LSPR), Universitas Ciputra, dan Universitas Pancasila.
 
“Kami akan segera merealisasikan usulan pendirian Pusat Bahasa dan Inovasi di enam perguruan tinggi tersebut,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Djauhari Oratmangun, dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Djauhari menuturkan kehadiran Pusat Bahasa dan Inovasi itu sebagai pusat pengajaran budaya dan bahasa Mandarin, menghadirkan pelatihan vokasi, dan penyelenggaraan Festival Budaya Tiongkok. Kemudian, pembekalan kepada pelajar yang akan berangkat ke RRT, dan pengiriman teaching assistant dalam pengajaran bahasa Mandarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, penyelenggaraan kegiatan winter and summer camp ke Tiongkok serta kegiatan alih teknologi melalui pelatihan dan pengembangan penelitian di perguruan tinggi mitra. Djauhari menyebut kehadiran enam Pusat Bahasa dan Inovasi itu akan semakin menguatkan upaya diplomasi bahasa Mandarin serta menunjukkan komitmen pemerintah Tiongkok dalam peningkatan sumber daya guru, kepala sekolah, dan dosen. Khususnya, melalui pelatihan-pelatihan, kemitraan perguruan tinggi, riset bersama, dan pemberian beasiswa.
 
Djauhari mengapresiasi Center for Language Education Cooperation (CLEC) telah memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas guru, kepala sekolah, dan dosen melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan berupa pelatihan guru pendidikan vokasi bidang manajemen logistik, e-commerce, dan teknologi komputer.
 
CLEC juga akan memberikan bantuan 35 unit Smart Classroom yang merupakan inovasi teknologi untuk menumbuhkan minat belajar bahasa Mandarin serta meningkatkan kualitas pembelajaran virtual bagi pengajar bahasa Mandarin untuk semua jenjang pendidikan.
 
Sebanyak 900 orang mengikuti pelatihan kepemimpinan kepala sekolah semua jenjang. Kemudian, 600 orang mengikuti  pelatihan guru dan 600 orang mengikuti pelatihan dosen bahasa Mandarin.
 
“Kegiatan ini memiliki dampak positif karena diharapkan peserta dapat mendesiminasikan ilmunya yang didapat kepada kepala sekolah atau guru lainnya di kota masing-masing,” kata Djauhari saat mengunjungi CLEC bersama Sekretaris Jenderal ASEAN-China Center, Chen Dehai.
 
KBRI Beijing mencatat CLEC telah memberikan beasiswa bagi 2.749 guru dan dosen Indonesia untuk jenjang pendidikan sarjana, magister, dan program doktor. “Jumlah beasiswa dari CLEC ini akan terus ditingkatkan seiring dengan minat bahasa Mandarin di Indonesia yang terus meningkat,” kata Atase Pendidikan KBRI Beijing, Yaya Sutarya.
 
Yaya berharap peluang ini dapat dimanfaatkan oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia. Khususnya, untuk meningkatkan kualitas dosen dan pengelolaan program studi bahasa Mandarin.
 
“Sebagai penghargaan atas upaya yang dilakukan oleh KBRI Beijing dalam penguatan berbagai kerja sama bidang diplomasi bahasa, CLEC menganugerahkan Djauhari Oratmangun sebagai Senior Advisor Center for Language Education Cooperation,” tutur Dirjen CLEC, Ma Jianfei.
 

Baca juga: Mau Lulus KHS Bahasa Mandarin? Simak Hal-hal yang Mesti Disiapkan untuk Tes
 
 

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif