Kasus Pelecehan Seksual di Depok

Minta Bantuan Rehabilitasi, KPAI Bersurat Kepada Rektor UI

Intan Yunelia 11 Juni 2018 16:14 WIB
pencabulan
Minta Bantuan Rehabilitasi, KPAI Bersurat Kepada Rektor UI
Ketua KPAI, Susanto, Foto: MI Ramdani
Jakarta:Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan bersurat kepada Rektor Universitas Indonesia (UI) untuk meminta bantuan rehabilitasi siswa SD korban pelecehan seksual oleh oknum gurunya yang terjadi di salah satu sekolah di Depok.

Ketua KPAI, Susanto akan memastikan program rehabilitasi para korban maupun ibu korban  yang bisa dilakukan oleh Dinas PPPA, P2TP2A dan Dinas Sosial kota Depok. KPAI akan mendorong pemerintah kota Depok bersinergi dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) untuk membantu rehabilitasi para korban dan ibunya.


“KPAI juga akan bersurat kepada Rektor UI untuk membantu mengkomunikasikan dengan pihak UI terkait upaya membantu rehabilitasi psikologis para korban dan ibunya,” terang Susanto, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, 11 Juni 2018.

Seorang oknum guru sekolah dasar di Depok dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah wali murid karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan murid laki-laki. Modusnya, murid laki-laki diminta untuk mengikuti perintah oknum guru.

Jika tidak mengikuti, murid diancam dengan diberikan nilai yang jelek. Kejadian tersebut terjadi di kelas, siswa diminta membuka celananya.

"Modus yang juga dilakukan adalah mengajak anak-anak berenang dan jalan-jalan," sebut Susanto.

Sehubungan dengan penanganan kasus ini oleh Polresta Depok, maka Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menurunkan tim untuk melakukan pengawasan langsung ke kepolisian untuk mendalami kasus sekaligus meminta perkembangan penanganan kasusnya oleh Polresta Depok.

Tim terdiri dari Susanto (Ketua KPAI) dan Retno Listyarti (Komisioner bidang Pendidikan). “KPAI juga akan bertemu pelaku untuk mendalami profile guru sebelum dan selama menjadi pendidik,”ujar Susanto, Ketua KPAI.



(CEU)