Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian  Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Amich Alhumami . Zoom
Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Amich Alhumami . Zoom

Sekolah Berasrama Dinilai Solusi Kesenjangan Pendidikan di Papua

Pendidikan papua sekolah Kualitas Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 04 Desember 2020 17:18
Jakarta: Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian  Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Amich Alhumami mengatakan kesenjangan pendidikan masih terjadi di Papua. Menurut Amich, pengadaan sekolah berasrama dapat menjadi solusi.
 
"Pendekatannya yang dipilih adalah sekolah berbasis asrama, sekolah satu atap. Itu dari SD sampai SMA jadi sekali membangun, langsung berinvestasi," kata Amich dalam webinar Menilik Anggaran Pendidikan Nasional dalam siaran Youtube Yappika, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Pembangunan sekolah berasrama itu dilakukan dengan melihat faktor geografis dan demografi penduduk. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kata dia, harus melihat peta sebaran penduduk untuk membangun sekolah berasrama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita bangun sekolah, itu investasinya harus dihitung. Pertama ditempatkan di daerah yang satuan keluarganya relatif banyak, maka sekali membangun itu menampung banyak keluarga yang punya anak usia sekolah. Itu harus dilakukan dengan melihat profil dan struktur penduduk di Papua itu," jelasnya.
 
Baca: Pencairan Dana BOS Rp889 Miliar Ditargetkan Rampung 20 Desember
 
Artinya, pembangunan sekolah di Papua tidak lagi hanya membangun satu-satu per jenjang pendidikan. Sekolah berasrama secara tidak langsung akan memfasilitasi anak untuk terus sekolah.
 
"Jadi bisa menekan angka putus sekolah, mereka tinggal di asrama itu bisa terjamin," tegas Amich.
 
Menurutnya, memikirkan peningkatan kualitas dan akses pendidikan adalah hal penting. Namun Kemendikbud harus memetakan terlebih dahulu keberadaan peserta didik.
 
"Kualitas dan akses memang krusial, dan Papua memang daerah yang kesenjangannya tinggi. Tapi mana titik-titik investasi sekolah  itu harus dilihat dan bisa dilakukan," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif