Rektor ITS, Mochmad Ashari didampingi Danar, mahasiswa Tim Lowo Ireng Reborn saat menjajal mobil listrik terbarunya. ITS/Humas.
Rektor ITS, Mochmad Ashari didampingi Danar, mahasiswa Tim Lowo Ireng Reborn saat menjajal mobil listrik terbarunya. ITS/Humas.

ITS Luncurkan Dua Mobil Listrik Teranyar

Pendidikan Riset dan Penelitian
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Juli 2019 07:07
Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan dua mobil listrik terbaru. Mobil listrik teranyar mereka bernama Lowo Ireng Reborn dan Limosin.
 
Dua mobil karya mahasiswa ITS ini dikembangkan Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) ITS. Untuk Lowo Ireng Reborn, sebenarnya merupakan mobil sport yang diluncurkan pada 2014 lalu. Namun pada saat itu masih merupakan mobil dengan bahan bakar bensin.
 
Direktur PUI-SKO ITS, Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, akhirnya mobil sport"Lowo Ireng" diubah menjadi sebuah mobil listrik yang ramah lingkungan dan diberi nama "Lowo Ireng Reborn". Penamaan Lowo irengbukan tanpa alasan, arti dari nama itu sendiri merupakan terjemahan kelelawar hitam dalam bahasa Jawa,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nur menuturkan, tim pembuat Lowo Ireng senang bekerja di malam hari, layaknya kelelawar. Sedangkan bentuk badan dari mobil tersebut juga mengusung konsep mobil sport yang menyerupai bentuk kelelawar.
 
“Awalnya mobil Lowo Ireng menggunakan tenaga penggerak engine dari Mitsubishi type 6A13 Twin Turbo dengan power 205 HP, sedangkan ECU (Engine Control Unit) menggunakan produk hasil riset alumni mahasiswa ITS sendiri yang diberi nama Iquteche Technology,” kata Nur dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019.
 
Untuk mengubah dari mobil berbahan bensin menjadi listrik ini, PUI-SKO ITS bekerja sama dengan Departemen Teknik Mesin dan Departemen Teknik Elektro ITS. Sebagian besar komponen mobil senilai miliaran rupiah ini, merupakan buatan ITS sendiri.
 
Baca:Anargya, Tim Mobil Formula Listrik ITS
 
Ketua Peneliti "Lowo Ireng Reborn", Heri Suryoatmojo menjelaskan, "Lowo Ireng Reborn" menggunakan teknologi baterai Lithium Ion dengan kapasitas sebesar 20 kilowatt hours (kwh). Teknologi utama lainnya yang digunakan pada "Lowo Ireng Reborn" seperti Controller/Inverter, Battery Management System, dan Interface Vehicle Unit.
 
"Jadi sebagian besar komponen mobil ini merupakan buatan ITS sendiri,” ujar Heri.
 
Dengan dapur pacu yang dimiliki,"Lowo Ireng Reborn" mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 160 kilometer/jam. Sebab torsi pada motor listrik yang digunakan sebesar 200 Newtonmeter (Nm) dengan transmisi Triptonic. Sementara itu, proses pengisian daya dari nol hingga penuh hanya memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam dengan daya 7,7 kilowatt (kw).
 
Sementara itu, mobil Limosin, Nur menerangkan, mobil yang tampak seperti mobil wisata ini bisa digunakan sebagai angkutan shuttle. Bahkan bisa untuk angkutan kota.“Hal itu tentunya akan membantu mengurangi polusi udara seperti di Kota Surabaya ini,” tuturnya.
 
Nur juga mengungkapkan, kemungkinan mobil Limosin itu bisa untuk angkutan internal kampus ke depannya. Mobil Limosin ini pun menggunakan baterai yang sama dengan "Lowo Ireng Reborn", yakni Lithium Ion.
 
“Mobil Limosin ini motor dan kapasitasnya berbeda (dari Lowo Ireng Reborn), namun memiliki tegangan yang lebih kecil, yakni hanya sebesar 100 Volt dengan kecepatan 65 km/jam,” terangnya.
 
Mobil yang juga bertenaga listrik tersebut memiliki desain yang cukup unik, dengan model semi terbuka sehingga terkesan lebih santai. Mobil yang tampilannya hampir mirip mobil golf ini mampu mengangkut penumpang sebanyak enam orang. Maksimal mampu mengangkut beban sebesar 700 kilogram.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif