Perlu Inovasi Kembangkan Potensi Bisnis Produk Unggulan Daerah

27 Maret 2018 16:57 WIB
inovasi
Perlu Inovasi Kembangkan Potensi Bisnis Produk Unggulan Daerah
Menristekdikti Mohamad Nasir berpidato pada pembukaan Seminar Nasional dan International Conference dalam rangka Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kampus UNM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/8). (Foto: Antara/Yusran Uccang).
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan potensi ekonomi dan inovasi yang ada di daerah merupakan hal penting untuk dikembangkan. Strategi pembangunan di daerah harus difokuskan kepada pengembangan potensi bisnis yang berbasis pada produk unggulan daerah (PUD).

"Potensi-potensi yang ada di daerah menjadi sangat penting. Untuk itu saya mohon semua pihak terus mendorong potensi yang ada di daerah. Agar bertambah nilai kemanfaatannya bagi masyarakat," ujar Nasir dilansir dari laman resmi Kemenristekdikti, Selasa, 27 Maret 2018.


Pengembangan potensi daerah dituntut untuk berinovasi yang berasal dari riset yang dapat dikomersialkan. Berbagai PUD yang bisa dikembangkan antara lain komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, hortikultura, hingga industri kreatif.

Menurut Nasir, inovasi pengembangan PUD mampu memacu daya saing nasional. Sebab, tingkat daya saing nasional dibentuk dan didukung oleh kemampuan daya saing daerah yang memiliki karakteristik aktivitas ekonomi, infrastruktur, sumber daya alam, kearifan lokal, serta kualitas sumber daya manusia yang beragam.

Namun, Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menyebut agar pengembangan ekonomi daerah yang berbasis iptek dan inovasi harus sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. 

"Dalam pengembangan riset di daerah, industri harus diajak bicara. Industri butuh apa, potensi alam daerah apa," tutur Nasir.

Nasir berharap pertumbuhan riset dan inovasi di daerah baik secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan taraf kesejahteraan dan tingkat perekonomian masyarakat di daerah. "Mari berinovasi untuk negeri. Mari berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat," kata Nasir.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe meminta agar daerah mengembangkan PUD dengan model klaster inovasi. Yakni dengan mendorong kolaborasi dan sinergi peran serta fungsi para inovator.

Pendekatan model klaster inovasi dilakukan melalui peningkatan peran perguruan tinggi. "Perguruan tinggi dapat menjadi pusat unggulan yang menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di daerah domisili. Perguruan Tinggi harus menjadi agent of region economic development," tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus berperan merangsang pertumbuhan investasi serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. "Komunitas sebagai pemakai barang dan jasa harus menyadari pentingnya memakai produk dalam negeri," kata dia.



(HUS)